Peroksisom dan Mikrofilamen, dua organel penting dalam sebuah sel

Peroksisom dan Mikrofilamen, dua organel penting dalam sebuah sel

Monday, 30 May 2016

Peroksisom dan Mikrofilamen, dua organel penting dalam sebuah sel
ilustrasi tanaman. www.flickriver.com
Pernahkah kamu mendengar tentang peroksisom dan mikrofilamen? Bagi kamu yang belum pernah mendengarnya, kedua organel ini ada di dalam organel sel yang menjadi salah satu isi sel. Setiap makhluk hidup pasti punya sel dalam jaringan tubuhnya, termasuk di tumbuhan. Nah, seperti yang sudah kita sebut tadi, sekarang kita bakal bahas tentang peroksisom dan mikrofilamen.

Pertama, peroksisom. Peroksisom ini besarnya hampir sama besar sama lisosom atau sekitar 0,3 sampai 15 um. Peroksisom ini juga dibatasi sama yang namanya membran tunggal. Organel sel yang satu ini berasal dari retikulum endoplasma atau RE. Sebagai sebuah isi sel, Peroksisom ini memiliki banyak jenis enzim dan yang paling terkenal dari peroksisom ini adalah katalase. Enzim katalase itu berfungsi untuk mengkatalis perubahan hidrogen peroksida atau H2O2. Fungsi utama peroksisom ini adalah merubah lemak menjadi karbohidrat. Kalau di sel hewan, peroksisom ini ada di sekitar sel hati dan ginjal.

Kedua adalah mikrofilamen. Mikrofilamen adalah sebuah serat tipis yang panjang. Mikrofilamen ini berdiameter sekitar 5 sampai 6 nm. Mikrofilamen ini terdiri dari protein yang disebut aktin. Fungsi mikrofilamen adalah bergerak di aliran sitoplasma. Kalau ada banyak mikrofilamen yang membentuk jaringan dalam sel, kedua sel anak akan membelah.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang peroksisom dan mikrofilamen. Kedua organel yang ada di dalam sebuah sel ini penting untuk bisa kamu ketahui lebih lanjut. Kamu bisa mendapatkan banyak manfaat kalau mau mempelajari bab ini secara lebih lanjut. Tertarik untuk bisa mempelajari bab ini secara lebih detail kan? Jadi, jangan biarkan hal buruk mempengaruhimu, segera baca bab ini secara seksama.
KOMENTAR. APA KOMENTAR ANDA?