Koalisi Jokowi pertimbangkan ketua tim pemenangan dari kalangan muda

Monday, 27 August 2018

Koalisi Jokowi pertimbangkan ketua tim pemenangan dari kalangan muda
Arsul Sani. ©dpr.go.id
Sekretaris Jenderal PPP Arsul Sani mengatakan calon presiden petahana Joko Widodo mempertimbangkan memilih ketua tim pemenangan nasional dari segala usia. Dia menyebut bukan tugas sekjen melakukan penunjukan.

"Saya kira dari sisi usia, baik yang terkategori muda di bawah 50 tahun atau yang tua di atas 50 tahun sama-sama sedang dipertimbangkan Pak Jokowi," katanya melalui pesan singkat, Senin (27/8).

Wakil Ketua Tim Kampanye Nasional itu mengatakan, para Sekjen hanya berwenang menyediakan personel dari struktural partai. Dia tak mengamini apakah nama Najwa Shihab dan Erick Thohir dipertimbangkan.

Arsul kembali menegaskan segala keputusan menunjuk ketua tim kampanye diserahkan kepada sang calon presiden dan wakil presiden Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Tugas kami adalah menyediakan personel-personel dari struktural partai sedang posisi-posisi yang kita sepakati biar capres yang menentukan maka biarlah semua aspek pertimbangannya termasuk soal milenial itu menjadi porsi beliau," jelasnya.

Sementara itu, Sekjen Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni menuturkan tokoh muda juga masuk pertimbangan Jokowi. Menurutnya soal nama Najwa dan Erick, baru didengar dari Sekjen Perindo Ahmad Rofiq.

"Bisa saja. Masih sedang dipertimbangkan. Nanti kita tunggu saja pak Jokowi sendiri akan umumkan," tutupnya.
Baca Selengkapnya »

Jokowi-Ma'ruf Amin didukung milenial Jawa Barat untuk Pilpres 2019

Sunday, 26 August 2018

Jokowi-Ma'ruf Amin didukung milenial Jawa Barat untuk Pilpres 2019
Jokowi-Maruf Amin tes kesehatan. ©2018 Lintastoday
Pasangan Calon Presiden Joko Widodo dan cawapres Ma'ruf Amin kembali mendapat dukungan dari kaum muda atau milenial. Komunitas Indonesia Cinta Jokowi (KITA Jokowi) Wilayah Provinsi Jawa Barat mendeklarasikan dukungan kepada pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Secara simbolis, KITA Jokowi memberikan cangkul kepada para petani. "Pemberian cangkul sebagai simbol bahwa Jokowi dekat dengan rakyat khususnya petani," kata Koordinator Nasional KITA, M. Ichya Halimudin kepada wartawan, Minggu (26/8).

Menurut Ichya, Jokowi mampu menyejahterakan rakyat dan petani lewat aksi kerja nyatanya. Bahkan, lanjut dia, Jokowi berani menegaskan di era modern sekarang petani harus terorganisasi layaknya korporasi. Pemerintahan Jokowi juga menjadi pencetus korporasi petani bisa besar dan terbentuk di daerah-daerah.

"Jadi deklarasi ini adalah mendukung keberhasilan nyata," kata Ichya.

Ichya memastikan setelah Jawa Barat, akan menyusul provinsi lainnya yang akan menggelar deklarasi. "InsyaAllah 34 Provinsi akan deklarasi relawan KITA Jokowi," tegas Ichya.

Sementara itu, Korwil provinsi Jabar KITA Jokowi, Ace Aam Amiruddin menyebut bahwa setelah deklarasi ini, akan ada program-program relawan yang bersifat sosial, edukatif serta menyasar dan menggaet kaum milenial.

Acara deklarasi KITA Jokowi yang pertama di Bandung, kata dia, dihadiri oleh ratusan petani dan tokoh muda seperti Choky Sitohang, Arif Sitohang dan Ade Fahrurrozi serta bekas Jurnalis dan anggota Komisi I DPR RI Arif Suditomo.

Tokoh muda tersebut kompak meminta agar Jokowi mesti di dukung di pemilu tahun depan karena punya integritas yang tinggi, bersih, dan berprestasi.
Baca Selengkapnya »

Wacana Djoko Santoso pimpin Tim Prabowo-Sandi baru dibahas secara lisan

Tuesday, 21 August 2018

Wacana Djoko Santoso pimpin Tim Prabowo-Sandi baru dibahas secara lisan
Djoko Santoso di DPP Gerindra. ©2018 Lintastoday
Partai Gerindra masih terus melakukan rapat internal untuk mencari nama yang pantas menjabat sebagai ketua tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno pada Pilpres 2019.

Salah satu nama yang masuk menjadi ketua tim pemenangan Prabowo-Sandiaga yakni Djoko Santoso yang merupakan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra. Hal itu sudah dibicarakan oleh partai koalisi yakni PKS, PAN dan Demokrat.

"Ya secara lisan sudah, tapi secara tertulis belum. Kita tunggu saja, sabar," kata Djoko di kantor DPP Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Dirinya pun mengaku, sampai saat ini partainya masih melakukan pengumpulan nama yang akan bersedia gabung untuk menjadi tim pemenangan Prabowo-Sandiaga.

"Kita pelajari, kita bikin planning, artinya mengatur waktu yang tentunya yang pertama apa yang harus kita kerjakan, bikin struktur organisasi, kita inventarisir orang-orang yang bersedia bergabung," ujarnya.

Lalu, saat ditanya apakah orang di luar partai sudah dipetakan untuk masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Dirinya pun akan memusyawarahkan hal itu terlebih dahulu.

"Belum, kita sedang inventarisir kita sedang rapatkan lagi, si A ditempatkan di mana, semua kan di musyawarakan. Karena tanggal 4 rapat dengan koalisi. Kita terus update terus ya, dan itu kita harapkan merupakan mufakat dari seluruh Partai koalisi," ucapnya.

Dirinya pun berjanji akan dengan cepat mengumumkan nama-nama yang akan menjadi tim pemenangan Prabowo-Sandiaga, termasuk orang yang di luar partai koalisi. Karena pihaknya masih akan melakukan komunikasi pada 4 September 2018 dengan partai koalisi PAN, PKS dan Demokrat.

"Nanti kalau ada keputusan kita umumkan, kalau diumumkan sekarang terus enggak sesuai permintaannya kan enggak baik. Kalau ada yang masuk ada yang usul ya kita inventarisir," ungkapnya.
Baca Selengkapnya »

Prabowo dapat kartu anggota NU, tak berarti didukung warga nahdliyin

Prabowo dapat kartu anggota NU, tak berarti didukung warga nahdliyin
Ilustrasi Pilkada. ©2015 Lintastoday
Said Aqil Siroj Institute (SAS Institute) angkat suara soal pemberian Kartu Nahdlatul Ulama (NU) kepada Capres Prabowo Subianto oleh Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Menurutnya, kartu tersebut tak lantas menjadi tiket dukungan dari warga Nahdliyin, untuk pasangan Prabowo-Sandiaga Uno di Pilpres 2019.

Direktur Eksekutif SAS Institute Imdadun Rahmat mengatakan, NU merupakan organisasi terbuka. Siapa saja bisa diterima sebagai anggota dan mendapatkan kartu NU selama memenuhi persyaratan yang tertuang di AD ART.

"Tapi menjadi anggota NU tidak lantas mendapat dukungan. Menjadi kader NU juga belum tentu mendapat dukungan politik," ujar Imdadun di Kantor SAS Institute, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (20/8).

Untuk mendapat dukungan politik dari warga NU, kata Imdadun, ada sejumlah syarat dan prasyarat yang harus dipenuhi. Antara lain, mendapat dukungan dari PBNU, tokoh-tokoh NU, dan kaum Nahdliyin.

"Mereka akan dilihat track record-nya, pandangan visi misinya sesuai atau tidak, dan ke depan ada kemanfaatan kemaslahatan atau tidak. Artinya mendapatkan kartu NU itu tidak privilege, tapi siapapun bisa," ucap Imdadun.

Sebelumnya, Prabowo-Sandiaga berkunjung ke Kantor PBNU pada Kamis 16 Agustus 2018. Keduanya disambut oleh Said Aqil Siroj.

Dalam kesempatan tersebut, Said mengatakan bahwa Prabowo sebentar lagi akan menjadi anggota NU. Sebab PBNU tengah mempersiapkan kartu NU untuk mantan Danjen Kopassus tersebut.

Sementara Sandiaga dikatakan telah memiliki kartu NU sejak tahun sebelumnya. Apalagi mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu disebut berada di lingkungan keluarga NU.
Baca Selengkapnya »

Bertemu saat nonton Asian Games, Sandiaga cium tangan Jokowi

Monday, 20 August 2018

Bertemu saat nonton Asian Games, Sandiaga cium tangan Jokowi
Sandiaga Uno usai menyerahkan Laporan Harta Kekayaan. ©2018 Lintastoday
Bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno akhirnya terpenuhi keinginannya mencium tangan Presiden Joko Widodo. Kesempatan itu dilakukan saat ia bertemu Jokowi di stadion akuatik Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Senin (20/8) sore.

Sandiaga mengatakan, aksi cium tangan tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan kepada Jokowi selaku presiden. Apalagi dia belum sempat berpamitan secara resmi dengan Jokowi saat mengundurkan diri dari kursi Wakil Gubernur DKI Jakarta.

"Saya sangat hormat kepada Pak Presiden. Dan tadi sudah kesampaian," katanya saat ditemui di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Menurut Sandiaga, tidak ada obrolan serius saat ia bertemu Jokowi. Hanya obrolan santai dari dua kandidat capres dan cawapres di Pilpres 2019 itu.

"Beliau bilang 'Pak Sandi nggak nyemplung, nggak ikut lomba?', ah ini bukan kelas saya Pak Presiden," ucapnya.

Dalam obrolan santai tersebut bahkan terbesit rencana Sandiaga berenang bareng Jokowi. Apalagi mantan Gubernur DKI itu juga diketahui jago berenang dengan berbagai gaya.

"Lain kali kita buat lomba untuk merayakan kesuksesan Asian Games kali yang menarik, karena Pak Jokowi jago renang juga," seloroh Sandiaga.

Sebelumnya, Sandiaga berencana menemani Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto untuk menemui Jokowi. Ia ingin memanfaatkan kesempatan itu untuk berpamitan dengan orang yang melantiknya saat menjadi Wakil Gubernur DKI sekaligus mencium tangannya.

Pertemuan tersebut dianggap penting agar pertarungan di Pilpres 2019 berjalan sejuk dan damai. Namun hingga saat ini, pertemuan resmi antara Prabowo, Sandiaga, dan Jokowi belum terlaksana.
Baca Selengkapnya »

Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga singgung demokrasi sejuk & kepemimpinan kuat

Ditanya soal Andi Arief, Sandiaga singgung demokrasi sejuk & kepemimpinan kuat
Sandiaga Uno. ©2018 Lintastoday
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) memanggil Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief terkait tudingannya soal mahar Rp 500 miliar dari Sandiaga Uno kepada PKS dan PAN. Namun Andi Arief tak datang.

Calon wakil presiden, Sandiaga Uno, tak ingin mengomentari secara khusus pemanggilan Andi Arief. Dia hanya ingin pemilu mendatang berjalan damai.

"Ya saya positif bahwa semua harus dilakukan dengan keinginan kita untuk menciptakan demokrasi yang sejuk, demokrasi yang transparan terbuka dan berkeadilan," kata Sandi di Kota Tua, Jakarta, Senin (20/8).

Dia berharap proses demokrasi di Indonesia yang sudah berjalan baik sejauh ini tidak kemudian dipecah belah oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

"Saya ingin salah satu pembeda dari pembeda di Pilpres 2019 menjadi satu kemajuan dari adanya keterbukaan, adanya transparansi dan juga dapat melahirkan kepemimpinan yang kuat yang lahir di Pilpres 2019 dapat melahirkan lapangan pekerjaan dan apa yang diinginkan oleh masyarakat yaitu ekonomi dapat lebih tergerak," jelasnya.

Soal tim sukses, sambung Sandi, dia pastikan masih terus difinalisasikan.

"Agar semua nama-nama yang baik itu terakomodir khususnya di bidang ekonomi banyak sekali masukan bagi kita adanya kita inginkan bahwa keinginan untuk sebuah platform ekonomi yang meningkat dan mendengarkan aspirasi dari emak-emak dari masyarakat," jelasnya.

Ditanya rencana pertemuannya Prabowo dan Jokowi, Sandi memastikan masih akan disesuaikan waktunya mengingat kesibukan Jokowi cukup padat saat Asian Games.

"Nanti, kita masih tunggu. Kita memberikan ruang bagi bapak Presiden yang sibuk sekali Asian Games," tegasnya.
Baca Selengkapnya »

Prabowo Soenirman rela Wagub DKI diisi PKS asal Anies jadi kader Gerindra

Prabowo Soenirman rela Wagub DKI diisi PKS asal Anies jadi kader Gerindra
Anies Baswedan bawa obor Asian Games 2018. ©2018 Lintastoday
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Gerinda, Prabowo Soenirman menilai, tak masalah jika PKS mengisi otomatis posisi wakil gubernur DKI yang ditinggalkan Sandiaga Uno. Namun dia berharap, Anies Baswedan sebagai gubernur masuk sebagai kader Gerindra.

Sandiaga mundur dari Wagub DKI karena maju sebagai Cawapres dampingi Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Sehingga, tak ada kader Gerindra lagi yang pimpin DKI. Sebab, Anies bukan berasal kader dari parpol, baik PKS maupun Gerindra.

"Dengan catatan tadi, sampai seandainya PKS ngotot, maka kami berharap Anies menjadi kader Gerindra," kata Prabowo di kantor DPRD DKI Jakarta, Senin (20/8).

Dia menyebut pihaknya akan mengalah kepada PKS soal posisi Wagub DKI, apabila Anies bersedia menjadi kader partai pimpinan Prabowo Subianto. Tak hanya itu, Prabowo mengatakan, PKS belum melakukan lobi politik guna mengisi kekosongan di pimpinan Jakarta.

"Kalau Pak Anies jadi kader Gerindra, kita legowo. Dia menyatakan hal itu dengan membuat KTA baru," ucap.

Dalam lobi Pilpres 2019, PKS dan Gerindra sepakat Sandiaga mundur dari wagub DKI dan kader Gerindra. Sehingga melahirkan pasangan Prabowo-Sandiaga. Sementara posisi Wagub DKI, nantinya akan diisi oleh PKS.
Baca Selengkapnya »

Seskab pastikan menteri jadi timses Jokowi-Ma'ruf tidak ganggu kerja pemerintah

Seskab pastikan menteri jadi timses Jokowi-Ma'ruf tidak ganggu kerja pemerintah
Jokowi lantik menteri Kabinet Kerja. ©2014 Lintastoday
Beberapa menteri Kabinet Kerja masuk dalam timses Joko Widodo - Ma'ruf Amin di Pilpres 2019 mendatang. Sekretaris Kabinet, Pramono Anung, memastikan keterlibatan mereka tidak akan mengganggu kerja sebagai menteri.

"Kalau beberapa menteri kan lebih pada pengarah. Pengarah itu kan mengarahkan, tidak seperti yang di bawahnya ya direktur, tim teknis, dan sebagainya. Sehingga konsentrasi di kementeriannya tidak akan terganggu," jelas Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/8).

Bekas Sekjen PDI Perjuangan ini memastikan menteri yang jadi timses Jokowi-Ma'ruf tidak akan turun langsung ke lapangan untuk berkampanye. Mereka hanya memberikan petunjuk kepada tim pelaksana kampenye sembari menjalankan tugas negara seperti biasa.

"Enggak ada orasi-orasian, menteri kerja saja," tutur dia.

Tak berbeda dengan menteri, Jokowi sebagai Capres juga tidak akan berkampanye besar-besaran seperti pada Pilpres 2014. Pramono mengatakan, Jokowi nantinya tetap fokus bekerja sebagai Kepala Negara.

"Sebagai Presiden incumben beliau menitikberatkan pada kerja yang sudah dilakukan selama ini. Sehingga dengan demikian beliau akan ambil posisi pada kerja seperti biasa, kecuali ya memang debat-debat dan sebagainya," ujarnya.

Hari ini, sekjen parpol Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menyerahkan daftar nama Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Dalam daftar tersebut ada beberapa nama menteri Kabinet Kerja yang bergabung dalam timses.

Nama menteri nonpartai yang bergabung dalam tim tersebut yakni Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Menteri Keuangan Sri Mulyani. Moeldoko ditunjuk sebagai salah satu wakil ketua TKN sementara Sri Mulyani masuk ke Dewan Pengarah TKN Joko Widodo-Ma'ruf Amin.
Baca Selengkapnya »

Prabowo-Sandiaga akan bentuk Satgas Agama dalam tim pemenangan

Prabowo-Sandiaga akan bentuk Satgas Agama dalam tim pemenangan
Djoko Santoso di DPP Gerindra. ©2018 Lintastoday
Tim pemenangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) Agama, yang akan diisi sejumlah tokoh lintas agama. Hal itu disampaikan langsung oleh Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Djoko Santoso.

"Ada Satgas Agama," kata Djoko di Kantor DPP Partai Gerindra, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (20/8).

Lalu, saat ditanya apakah Satgas Agama tersebut nantinya juga akan diisi oleh pentolan Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab dan Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK), Mahfud MD, dirinya enggan untuk mengungkapkan hal itu.

Dia mengaku akan segera mengumumkan sejumlah nama yang masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandi setelah disetujui oleh semua partai koalisi yakni PAN, PKS dan Demokrat.

"Saya tidak bersedia untuk mengumumkan, karena nanti kalau terjadi perubahan enggak bagus," ungkapnya.

Dirinya pun menuturkan, pihaknya sedang melakukan pengumpulan beberapa nama yang akan masuk dalam tim pemenangan Prabowo-Sandiaga. Nantinya, nama itu akan dikoordinasikan dengan PAN, PKS dan Demokrat pada 4 September 2018 mendatang.

"(Akan dibawa ke koalisi) Tanggal 4 ya, kami terus update, dan itu diharapkan merupakan mufakat dari seluruh partai koalisi," tuturnya.

Djoko pun mengaku siap untuk maju menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo-Sandi pada Pilpres 2019 mendatang.

"Yang jelas siap, orang bertempur mengahadapi peluru saja berani," tandasnya.
Baca Selengkapnya »

Seskab sebut Prabowo belum kirim surat permohonan bertemu Jokowi

Seskab sebut Prabowo belum kirim surat permohonan bertemu Jokowi
Jokowi dan Prabowo naik kuda. ©REUTERS/ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari
Bakal Calon Presiden (Capres) sekaligus Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto berencana menemui bakal Capres Petahana Joko Widodo. Namun, sampai saat ini Prabowo belum mengajukan surat permohonan pertemuan ke Kementerian Sekretaris Negara.

"Sampai hari ini belum ada (permohonan)," kata Sekretaris Kabinet Pramono Anung di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (20/8).

Sebelumnya, Prabowo mengaku akan melakukan pertemuan dengan Jokowi. Rencananya pertemuan digelar usai HUT ke 73 RI.

Prabowo menjelaskan alasan ingin menemui Jokowi untuk membangun demokrasi yang baik meski menjadi rival di Pilpres.

"Jadi demikian saya juga pada saatnya kita juga akan minta waktu ke Pak Jokowi kita tetap ingin melaksanakan demokrasi yang dewasa yang baik yang santun supaya demokrasi kita kelihatan sangat matang, dewasa dan sebagainya," kata Prabowo.

15 Agustus lalu, Prabowo menyambangi JK di rumah dinas wakil presiden, Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Prabowo mengatakan, dalam pertemuan, mereka hanya bersilaturahim. Selain itu, Prabowo juga meminta restu mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, terkait pendaftarannya sebagai capres-cawapres pada Pilpres 2019.
Baca Selengkapnya »