BI: Inflasi selama Ramadan biasanya sekitar 0,9 persen

Thursday, 7 July 2016

BI: Inflasi selama Ramadan biasanya sekitar 0,9 persen
Gedung Bank Indonesia. Lintastoday
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI), Mirza Adityaswara, mengungkapkan inflasi selama Ramadan biasanya berada pada kisaran 0,9 persen sampai 1,2 persen. Melihat pencapaian Juni, diharapkan Ramadan tahun depan inflasi bisa di bawah 0,5 persen.

"Kemarin (Juni) kita kan mencapai 0,66 persen. Jadi lebih bagus pencapaiannya," ujar Mirza di rumah dinas Menteri Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (7/7).

Penurunan inflasi tahun depan bisa dicapai pemerintah asalkan mampu menjaga harga makanan dengan memastikan suplai barang terjaga. "Mudah-mudahan, tahun depan sesuai harapan Presiden. Itu akan bagus," kata dia.

Selain itu, dirinya juga memprediksi inflasi Juli diperkirakan masih tetap rendah seperti pencapaian Juni. "Kalau Juli, walaupun ada tahun ajaran baru dan inflasi agak lebih tinggi, tapi menurut kami polanya pola yang normal," tuturnya.

Seperti diketahui, statistik dalam empat tahun terakhir, di mana pada 2011 dan 2012 inflasi menjelang Ramadan tercatat 0,67 persen dan 0,62 persen. Ketika Ramadan (Agustus 2011 dan Juli 2012) inflasi melonjak menjadi 0,93 persen dan 0,70 persen.

Tahun 2013 inflasi melonjak menjadi 3,29 persen dikarenakan momentum Ramadan bertemu dengan kenaikan harga BBM yang diputuskan pemerintah sebulan sebelumnya. Pada 2014, inflasi Ramadan (Juli 2014) sebesar 0,93 persen, jauh lebih tinggi dari inflasi sebulan sebelumnya yang tercatat 0,43 persen.

Realisasi inflasi Mei 2015, secara bulanan tecatat 0,50 persen. Sedangkan secara tahunan mencapai 7,15 persen. Pada Juni 2015, atau hampir dua minggu Ramadan berjalan, inflasi bulanan tercatat sebesar 0,54 persen, sedangkan secara tahunan sebesar 7,26 persen.
Baca Selengkapnya »

Butuh uang buat Lebaran dan sekolah, masyarakat banyak jual emas

Wednesday, 6 July 2016

Butuh uang buat Lebaran dan sekolah, masyarakat banyak jual emas
Emas antam. REUTERS/Beawiharta
Direktur Utama Aneka Tambang (Antam) Tedy Badrujaman mengatakan pada Lebaran tahun ini masyarakat lebih banyak menjual emas dibandingkan berinvestasi atau membelinya. Hal ini berbeda dari tahun sebelumnya.

Menurutnya, hal ini dikarenakan musim Lebaran berdekatan dengan jadwal tahun ajaran baru. Sehingga banyak orangtua yang membutuhkan uang untuk membayar uang masuk sekolah.

"Lebaran ini banyak yang butuh uang. Kecenderungan kalau butuh uang mereka melepas (menjual emas) apalagi kalau harga tinggi. Karena kan harus Lebaran dan juga masa sekolah baru," kata Tedy di Jakarta, Rabu (6/7).

Meski begitu, lanjut Tedy, siklus penjualan emas akan kembali di akhir bulan Juli nanti, mengingat harga emas sedang turun sehingga akan banyak masyarakat yang membeli emas. Selain itu, emas juga tetap menjadi salah satu investasi paling menjanjikan daripada saham.

"Sekarang harga emas lagi bagus di Rp 600.000-an per gram. Ini pasti banyak pembelinya di akhir masa Lebaran atau akhir Juli," imbuhnya.
Baca Selengkapnya »

Menteri Jonan: Baru kali ini dengar kemacetan menyebabkan kematian

Menteri Jonan: Baru kali ini dengar kemacetan menyebabkan kematian
Tol Cipali. ©2015 Lintastoday
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengomentari beredarnya kabar kematian sejumlah pemudik di ruas jalan tol saat mudik Lebaran. Menurutnya, hal tersebut bukan dikarenakan kemacetan, namun karena kondisi pemudik yang sedang sakit atau kelelahan.

"Saya baru kali ini dengar kemacetan menyebabkan kematian. Heran juga saya. Kalau kecelakaan menimbulkan kematian, iya. Tapi kalau macet sampai menimbulkan orang meninggal saya kira tidak ada. Mungkin meninggalnya akibat hal lain, bisa saja sudah sakit kurang sehat dan sebagainya," kata Menteri Jonan di Jakarta, Rabu (6/7).

Meski begitu, dia mengaku pihaknya sudah menyiapkan beberapa posko kesehatan di setiap tempat istirahat atau rest area. Namun, untuk ruas tol Cipali, Menteri Jonan akan menambah posko kesehatan di gerbang tol. Mengingat rest area di wilayah tersebut masih sedikit.

"Memang tantangannya di arus balik dari Timur ke Barat kalau lewat tol Cipali, rest areanya kurang. Itu mesti ditambah. Kalau posko kesehatan kalau bisa di rest area. Atau di pintu gerbang tol besar di pinggir. Saya kira akan diadakan," imbuhnya.

Selain itu, Menteri Jonan juga mengimbau agar masyarakat bisa mempersiapkan diri sebelum menempuh jarak jauh. Seperti menyediakan obat-obatan, makanan, minuman, juga mengisi penuh tangki bahan bakar minyak (BBM) agar tidak kehabisan bensin di tengah jalan.

"Ini memang perlu ada edukasi juga. Kita belajar lah sama sama. Masyarakat juga belajar menggunakan jalan tol jarak jauh," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendapat laporan jumlah korban jiwa selama arus mudik Lebaran 2016. Diketahui, ada 17 orang yang meninggal selama arus mudik.

Penyebab meninggal beragam. Tidak hanya karena kecelakaan lalu lintas, tapi juga karena terlalu banyak menghirup apnoe causa CO2 toksic dari pendingin udara kendaraan.
Baca Selengkapnya »

Banyak SPBU kehabisan BBM, bos Pertamina salahkan parahnya kemacetan

Banyak SPBU kehabisan BBM, bos Pertamina salahkan parahnya kemacetan
antrean di SPBU. ©2013 Lintastoday
Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Sutjipto mengatakan kosongnya bahan bakar minyak (BBM) di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di sepanjang tol dan ruas jalan Brebes akibat dari kemacetan yang mengular. Menurutnya, hal ini berdampak pada meningkatnya permintaan yang di luar prediksi.

"Itu kan macet habis itu numpuk, akhirnya permintaan naik 200 persen. Itu antrean karena numpuk permintaan naik, di luar prediksi kita," kata Dwi kepada merdeka.com saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Rabu (6/7).

Dia menambahkan, kemacetan saat arus mudik juga menyebabkan proses distribusi BBM terhambat. Meski pihaknya sudah menggandeng kepolisian, namun tidak cukup membantu mempercepat perjalanan truk BBM.

"Supply terhalang oleh kemacetan meskipun sudah dikawal polisi ya tapi kecepatannya tidak seperti biasanya, akhirnya kita juga terlambat mendistribusikannya," tambahnya.

Dirinya berjanji agar BBM dapat tersalurkan secara tepat sasaran, pihaknya akan memperketat proses pembelian. Pertamina mengancam akan memberi sanksi bagi SPBU yang menjual BBM untuk diperdagangkan kembali.

"Jangan mau beli yang dimahalin," pungkasnya.

Sebelumnya, kemacetan parah terjadi di Tol Pejagan arah Brebes. Meski sudah diberlakukan sistem contra flow untuk mengurai kepadatan arus lalu lintas, ToL Pejagan-Brebes cenderung tak bergerak, Senin (4/7) pagi.

Banyak kendaraan yang kehabisan bahan bakar minyak. Volume arus lalu lintas kendaraan di jalur pantura padat merayap sejak Minggu (3/7) malam.

"Pemudik yang akan melintasi tol Pejagan-Brebes disarankan mengisi penuh bahan bakar kendaraan, dikarenakan SPBU pertama berada di Kaligangsa, Tegal," tulis aku twitter TMC Polda Metro Jaya @TMCPoldaMetro.

Pemudik dengan akun dennis oktavianto @pembangkang14 mengatakan, banyak kendaraan yang kehabisan bahan bakar minyak. SPBU di Brebes banyak yang stoknya habis, padahal banyak pengendara yang ke luar dari Tol Pejagan ingin mengisi BBM.

"@PTPERTAMINA hay Pertamina, kami kehabisan bensin nih, sampai mogok mobil kami, padahal sudah 4 POM bensin kami datangi mohon bantuanya. Lokasi Brebes," tulisnya.

"@lewatmana #mudik #mudikmotor waspada bensin eceran seputar brebes matok harga hingga Rp. 30.000 / liter.." tulis akun Dian Sasmita @TerapiInggris.

"Bagi pemudik yang akan melewati daerah Brebes baik dari jalur Utara, tengah dan selatan. Diharapkan untuk membawa bensin ," tambah Viking Brebes @VikingBrebes.

"Imbas banyaknya kendaraan yg mogok akibat kehabisan bahan bakar, #Lalin di tol Pejagan (arah Brebes) padat cenderung tdk bergerak #mudik2016," TMC Polda Metro.
Baca Selengkapnya »

Jonan: Saat arus balik, pemudik jangan datang ke bandara mepet-mepet

Jonan: Saat arus balik, pemudik jangan datang ke bandara mepet-mepet
Jonan blusukan ke bandara Soeta. ©2014 Lintastoday
Menteri Perhubungan Ignasius Jonan meminta pemudik pengguna transportasi umum pada arus balik mendatang datang ke bandara, terminal, atau pelabuhan lebih awal. Hal ini untuk menghindari penumpukan akibat pengetatan pemeriksaan keamanan bandara usai terjadi bom bunuh diri di Solo.

"Sekali lagi mohon sabar dan mohon hadir lebih awal. Kalau mepet-mepet nanti diperiksa bilangnya lama," jelasnya di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (6/7).

Menteri Jonan mengingatkan bahwa pemerintah telah menginstruksikan untuk memperketat pengamanan bandara. Pun, pada pelabuhan dan stasiun.

"Kalau memang ketentuannya 1 jam ya 1 jam sebelumnya hadir. Karena pemeriksaannya akan lebih ketat," kata Menteri Jonan.

"Saya sudah perintahkan harus diperiksa semua kendaraan. Termasuk petugasnya sebagian besar sudah terlatih untuk profile identification. Jadi dia bisa melihat kira-kira orang ini membahayakan atau tidak," imbuhnya.

Dengan demikian, Menteri Jonan meminta agar masyarakat bisa ikut berpartisipasi dalam meningkatkan keamanan di semua terminal transportasi. "Jadi masyarakat harus ikut berpartisipasi dalam pengamanan transportasinya sendiri. Tidak bisa semua maunya aman tapi tidak diperiksa."

Sementara itu, General Manajer Angkasa Pura II Bandar Udara Halim Perdanakusuma A. Rasyid Jauhari menerangkan, sudah ada 104 personel anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Udara dan Brimob yang diterjunkan untuk menjaga keamanan bandara.

"Tahap awal kita konsentrasi pada puncak mudik dan kita berharap sampai arus balik selesai. Tapi pengamanan akan tetap dilakukan selama operasional bandara," terang Rasyid.
Baca Selengkapnya »

Pelanggaran-pelanggaran dalam halal bi halal menurut syariat Islam

Pelanggaran-pelanggaran dalam halal bi halal menurut syariat Islam
Idul Fitri. Reuters
Hari Raya Idul Fitri tinggal menghitung hari. Seluruh umat Islam bergembira menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa. Menampakkan kegembiraan pada hari raya termasuk syiar yang harus dilakukan setiap orang muslim.

Kaum muslimin diperbolehkan mengungkapkan kegembiraannya saat lebaran sepanjang kegembiraan itu tidak menyimpang dari syariat Islam. Selain itu, Idul Fitri juga diidentikkan dengan tradisi bermaaf-maafan. Bahkan ada yang menggelar acara halal bi halal atau kegiatan yang mengkhususkan bermaaf-maafan.

Padahal Rasulullah dan para sahabat sendiri tidak pernah melakukan kegiatan tersebut. Sebab, sebenarnya bermaaf-maafan tidak perlu dikhususkan di Lebaran. Ketika memiliki salah segera minta maaf tanpa harus menunggu Idul Fitri.

Oleh karena itu, mengistimewakan Idul Fitri untuk bermaaf-maafan menambahkan syariat baru ke dalam Islam tanpa dasar landasan yang sahih. Ibnu Taimiyah pernah menyatakan, setiap perkara yang faktor penyebab pelaksanaannya ada pada masa Rasulullah SAW, jika itu benar-benar (dianggap) kebaikan, namun Rasulullah tidak melakukannya maka bisa dipastikan perkara tersebut bukanlah kebaikan.

Dikutip dari buku Majalah Pengusaha Muslim: Komersialisasi Idul Fitri, karya Muhammad Arifin Badri, Kholid Syamhudi, Muhammad Abduh Tuasikal, Abu Ahmad Zainal Abidin, menerangkan ada beberapa pelanggaran syariat dalam acara halal bi halal;

1. Mengakhirkan permintaan maaf hingga datangnya Idul Fitri. Padahal seharusnya maaf-memaafkan dilakukan sesegera mungkin. Tidak perlu menunggu datangnya lebaran. Usia manusia tidak ada yang tahu, kapan seorang hamba meninggal pun tetap misteri.

2. Campur baur dengan lawan jenis yang dalam istilah syariat adalah ikhtilath. Keadaan ini membawa kita pada perbuatan maksiat lain seperti padangan haram yang bisa sampai ke perzinaan.

3. Berjabat tangan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya.

4. Wanita hadir dalam keadaan bersolek, menampakkan kecantikan dan auratnya.

Semoga Allah memberikan taufik kepada kita untuk memanfaatkan Idul Fitri sebagai momen perbaikan diri dan kesempurnaan ibadah kepada Allah.
Baca Selengkapnya »

5 Hal tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri

5 Hal tidak boleh dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri
Ilustrasi wanita belanja. ©shoesnyd.gotdns.com
Tinggal hitungan hari Ramadan telah usai. Umat Islam pun bergembira akan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijirah. Beragam persiapan dilakukan untuk menyambut datangnya hari kemenangan.

Agar kembali ke fitrah dan suci seperti bayi baru lahir, Rasulullah melarang kaum muslimin melakukan beberapa hal di hari raya seperti dikutip dari buku Meneladani Rasulullah dalam Berpuasa dan Berhari Raya, karya Syaikh Ali bin Hasan bin Ali al Halabi dan Syaikh Salim bin Ied al Hilali;

1. Bersalaman dengan wanita bukan muhrim
Bersentuhan dengan wanita yang bukan mahramnya jelas dilarang dalam Islam. Kendati pada saat hari raya sekali pun, seperti bersalaman antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram dilarang karena haram hukumnya.

2. Berpakaian menyerupai orang kafir
Rasulullah bersabda, "Barangsiapa menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka".

Maksudnya pada hari raya dilarang berpakaian seperti orang-orang kafir. Seperti memperlihatkan aurat, dan yang berpakaian yang mengundang nafsu lawan jenis.

Saat Hari Raya Idul Fitri sebaiknya memakai pakaian yang bersih, menutupi aurat dan sopan.

3. Berfoya-foya pada saat Lebaran
Allah SWT berfirman, "Tapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan". (QS Al Anam: 141).

Pada momen Lebaran jangan digunakan untuk berlebih-lebihan. Baik itu ketika makan atau pun belanja lainnya. Idul Fitri sebaiknya digunakan untuk mengucap syukur atas berkah Allah bahwa masih bisa dipertemukan dengan hari suci tersebut.

4. Berbondong-bondong ke kuburan
Ada beberapa orang yang memilih meninggalkan salat Ied demi ziarah ke kuburan. Hal itu tentu tidak diperkenankan dalam Islam. Pengkhususan ziarah kubur hanya dilakukan pada hari raya Ied sama adalah bidah.

5. Berhias diri dengan tidak mencukur jenggot
Rasulullah SAW menganjurkan pria muslim untuk memelihara jenggot. Jadi bagi pria yang berjenggot hendaknya tidak mencukur saat Hari Raya Idul Fitri.
Baca Selengkapnya »

5 Sunnah yang sebaiknya dilakukan sebelum salat Ied

5 Sunnah yang sebaiknya dilakukan sebelum salat Ied
Idul Fitri. ©Reuters
Tak lama lagi umat Islam akan bergembira dengan datangnya Hari Raya Idul Fitri 1437 Hijirah. Berbagai persiapan pun tengah banyak dipersiapkan oleh kaum muslim untuk menyambut hari kemenangan tersebut.

Saat hari raya tiba, hal utama yang akan dilakukan adalah salat Ied. Namun, sebelumnya dianjurkan melaksanakan beberapa sunah terlebih dulu.

Berikut beberapa sunah-sunah yang sebaiknya dilakukan sebelum salat Ied dihimpun merdeka.com :

1. Mandi terlebih dahulu sebelum salat Ied
Sebelum melaksanakan salat ied, hendaknya kita mandi terlebih dahulu. Karena untuk membersihkan diri dari segala kotoran yang menempel pada diri kita. Selain itu Hari Raya Idul Fitri adalah hari berkumpulnya para kaum muslimin untuk melaksanakan salat, sehingga di sunnahkan untuk mandi sebagaimana hari Jumat.

2. Disunahkan memakai minyak wangi
Sebelum berangkat salat Ied sebaiknya memakai wangi-wangian terlebih dahulu. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya hari ini adalah hari Ied yang telah ditetapkan oleh Allah SWT untuk orang-orang Islam, maka barang siapa yang mendatangi Jumat hendaknya ia mandi, jika ia memiliki minyak wangi maka hendaknya ia mengolesinya, dan hendaknya kalian semua bersiwak (gosok gigi)". (HR Ibnu Majah).

3. Mengenakan pakaian yang paling bagus, bukan yang paling baru
Hendaknya kaum muslimin pada saat salat Ied menggunakan pakaian paling bagus dan pantas saat akan menjalankan salat Ied. Hal ini bukan berarti harus menggunakan pakaian yang paling baru.

4. Disunahkan untuk makan terlebih dahulu sebelum salat Ied
Sebelum melaksanakan salat Ied, sebaiknya kaum muslimin dianjurkan untuk makan terlebih dahulu. Untuk membatalkan puasa selama sebulan, dianjurkan untuk makan-makanan ringan seperti kurma dan lebih utama jika pada jumlah yang ganjil.

Diriwayatkan dari Buraidah ra, "Rasulullah SAW tidak keluar pada hari Idul Fitri dan makan pada hari tersebut, dan tidak makan pada hari Iedul Adha sehingga beliau menyembelih qurban," (HR Ahmad, Tirmidzi dan Ibnu Majah).

5. Bertakbir ketika akan berangkat salat Ied
Dianjurkan para kaum muslimin untuk mengucapkan kata takbir di hari terakhir puasa hingga sebelum melaksanakan salat ied. Nabi Muhammad SAW selalu mengumandangkan takbir hingga tiba di lokasi pelaksanaan salat Ied, bahkan sampai akan dilaksanakan salat.
Baca Selengkapnya »

Ini solusi Kemenhub agar macet parah tak terulang saat arus balik

Tuesday, 5 July 2016

Ini solusi Kemenhub agar macet parah tak terulang saat arus balik
Tol Cipali. ©2015 Lintastoday
Kementerian Perhubungan, berdasarkan hasil pengamatan dan evaluasi dari kondisi kepadatan tol saat arus mudik, memiliki dua solusi untuk pihak kepolisian agar kemacetan parah tidak terulang saat arus balik mendatang. Pemerintah meminta kepolisian dalam hal ini Polda Jateng untuk mengendalikan beban jalan.

"Pertama, adalah pengendalian beban. Pengendalian arus balik ini menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi Polda Jawa Tengah untuk membagi arus ke jalur utara baik tol maupun non-tol, lalu ke jalur selatan serta ke jalur alternatif linas tengah. Harus membagi bebannya supaya terdistribusi, kalau mayoritas hanya satu ruas nggak mampu," ujar Sekretaris Jenderal Kementerian Perhubungan, Sudihardjo saat dihubungi, di Jakarta, Selasa (5/7).

Menurutnya, cara ini dinilai ampuh untuk mengantisipasi kepadatan di satu ruas. Dalam kasus ini dia mencontohkan dalam permasalahan pintu tol Brebes Timur.

"Kemacetan terjadi karena tumplek blek di pantura. Jadikan, walaupun sudah dikendalikan masalahnya diujung (Brebes), begitu ujungnya ngunci ekornya juga ikut,"

"Seharusnya kemarin dari sabtu diminta pengendaliannya di Cipali atau Pantura. Pengendaliannya harusnya dari tol Cikampek kayak zaman dulu. Dari Cikampek itu dibagi mana yang ke pantura maupun jalan ke Cipali, mana yang harus ke lintas tengah mana yang harus ke Cipularang," tambahnya.

Antisipasi kedua, lanjut Sugihardjo, adalah dengan memberlakukan traffic count (pembatasan jumlah pengunjung) pada setiap area Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Sebab, kepadatan di SPBU juga akan mempengaruhi kepadatan di jalan.

"Dari pengalaman kami pengendalian pom bensin itu harus diatur sama seperti pengendalian rest area. sekarang yang sudah diantisipasi jadi harus traffic count. Jadi kalau dia mau nyalip dia akan diarahkan ke SPBU selanjutnya," kata dia.
Baca Selengkapnya »

YLKI: pemerintah dan kepolisian gagal antisipasi kemacetan mudik

YLKI: pemerintah dan kepolisian gagal antisipasi kemacetan mudik
Tol Cipali. ©2015 Lintastoday
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Tulus Abadi menilai, pembangunan beberapa ruas tol digadang-gadang pemerintah untuk atasi kemacetan parah saat mudik Lebaran justru tidak berfungsi. Hal ini terlihat dari perjalanan Jakarta sampai Brebes harus ditempuh dalam waktu 24 jam, pada Sabtu-Minggu kemarin. Bahkan, hingga pagi ini kemacetan mengular masih terjadi.

"Dulu kemacetan di ruas Cikampek dan Palikanci, sekarang berpindah ke Brebes Timur. Pemerintah dan kepolisian gagal mengantisipasi kemacetan saat mudik Lebaran, khususnya di ruas tol Brebes Timur," kata Tulus dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (5/7).

"Ini namanya kemacetan berbayar! Dulu macet total di jalan Pantura, kita tidak bayar, karena jalan non tol. Sekarang kemacetan berpindah di tol: berbayar! Konsumen dirugikan dua kali. Dan akhirnya hanya pengelola tol yang diuntungkan," tambahnya.

Menurut Tulus, kepolisian masih kurang progresif dalam melakukan rekayasa manajemen lalu lintas, terutama di pusat kemacetan, seperti pintu exit Brebes Timur.

"Seharusnya pengelola tol dan kepolisian bisa memaksa pengguna tol untuk tidak keluar di exit Brebes Timur saja. Atau ruas tol Brebes Timur ditutup saja sampai kondisi lalin mencair," tuturnya.

Dirinya juga menilai Kementerian Perhubungan seharusnya berani melakukan tindakan ekstrim, misalnya menggratiskan tarif tol untuk mencairkan kemacetan.

"Apalah gunanya tol Brebes Timur yang didesain untuk melancarkan arus barang dan manusia, tetapi justru berfungsi sebaliknya?," tuturnya.
Baca Selengkapnya »

Pedagang karpet raup berkah di Ramadan, penjualan naik 2 kali lipat

Pedagang karpet raup berkah di Ramadan, penjualan naik 2 kali lipat
Pedagang karpet. ©2016 Lintastoday
Momen Ramadan menjadi berkah tersendiri bagi pedagang karpet di Jakarta. Dalam momen satu tahunan tersebut, penjualan mereka mampu meningkat dua kali lipat.

Jika pada hari biasa penjualan karpet hanya mencapai 4 buah per hari, Ramadan ini meningkat menjadi 10 karpet per hari.

"Karpet justru pas momen Lebaran ramai yang beli. Kebanyakan ibu-ibu. Kebutuhan kalau ada acara keluarga atau ada tamu yang mau menginap di rumah," ujar seorang pedagang karpet, Roni, kepada merdeka.com di Pasar Gembrong, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (5/7).

"Kita mah panen ya pas momen begini," tambahnya.

Omzet yang dihasilkanpun ikut melonjak. Pada hari biasa, dirinya hanya mendapat Rp 600.000 per hari. Namun saat Ramadan, dirinya bisa mendapat Rp 1,5 juta.

"Kebanyakan yang laku ukuran besar yang 2 x 3. Sisahnya yang kecil-kecil," tuturnya.

Senada dengan Roni, pedagang karpet lainnya, Anto juga meraup untung besar saat Ramadan. Dirinya bahkan kerap kehabisan stok.

"Lumayan sih pas puasa gini. Biasanya dapet Rp 800.000 sehari, sekarang bisa hampir Rp 2 jutaan. Ada beberapa stok yang suka habis. Akhirnya ambil di temen dulu," kata dia.

Namun demikan, saat Lebaran usai, dirinya justru harus gigit jari. Sebab, penjualan karpet turun drastis. "Tapi biasanya nih abis Lebaran karpet jualan sepi banget sebulan. Sehari laku 1 paling," pungkasnya.
Baca Selengkapnya »

Ada mudik Lebaran 2016, Kadin prediksi Rp 200 T dana masuk ke desa

Ada mudik Lebaran 2016, Kadin prediksi Rp 200 T dana masuk ke desa
Mudik Lebaran 1. ©2012 Lintastoday
Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kawasan Timur Indonesia Andi Karumpa mengatakan, sekitar Rp 200 triliun dana mengalir ke desa tahun ini dalam rangka mudik. Nantinya dana ini akan berdampak positif bagi geliat ekonomi di daerah tertinggal dan pedesaan.

Dana desa dan mudik dinilai akan memicu ekonomi daerah tertinggal. Bahkan, lebih dari Rp 120 triliun dana masyarakat yang mudik sampai ke daerah dan desa-desa.

Dana tersebut datang dari kota-kota besar dan remitansi tenaga kerja Indonesia di luar negeri. Diperkirakan pemudik 2016 berjumlah lebih dari 26 juta.

"Kalau rata-rata membawa pulang sekitar Rp 3-4 juta kalikan saja dengan 26 juta ditambah dengan dana remitansi TKI kita bisa mencapai lebih dari Rp 120 triliun yang mengalir ke desa," kata Andi dalam siaran pers, Jakarta, Selasa (5/7).

Menurutnya, dengan Rp 120 triliun, ekonomi daerah tertinggal akan semakin menggeliat. Terlebih, tahun ini pemerintah juga mengalokasikan dana sebesar Rp 60 triliun untuk dana desa di seluruh Indonesia.

Dengan demikian, dana yang mengalir ke daerah dan desa-desa tahun ini bisa mencapai Rp 200 triliun.

"Geliat ekonomi ini, akan memicu permintaan di daerah-daerah dan menciptakan peluang bisnis. Geliat bisnisnnya akan terasa sampai ke desa-desa," ujarnya.
Baca Selengkapnya »

Rasulullah menganjurkan berbuat baik kepada tetangga

Rasulullah menganjurkan berbuat baik kepada tetangga
Rasulullah SAW. ©istimewa
Tetangga merupakan orang-orang yang tinggal dekat dengan kita. Oleh karena itu di dalam Alquran atau pun hadis dianjurkan agar berbuat baik kepada tetangga. Allah berfirman, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang ibu bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahayamu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membangga-banggakan diri".

Rasulullah SAW bersabda, "Tak bosan-bosannya Jibril mengingatkanku menyangkut tetangga, hingga kupikir ia akan memasukkan mereka ahli waris".

Beliau juga bersabda, "Tidaklah beriman barang sesaat pun di siang hari orang yang tidur kenyang sementara ia tahu tetangganya kelaparan".

Tetangga terdekat Rasulullah adalah ahli suffah. Mereka komunitas muslim yang miskin, lemah, dan tidak punya tempat tinggal, tidur di emperan masjid yang beratap. Nabi Muhammad sangat simpati kepada mereka dan selalu membantu apa yang beliau bisa. Jika mendapat hadiah, terlebih dahulu Rasulullah memberikannya kepada istrinya lalu sisanya untuk mereka.

Tetapi jika berupa sedekah, beliau terlebih dahulu menyerahkannya kepada ahli suffah sebelum keapda orang lain. Beliau juga mendatangi mereka setiap kali salat. Salah satu potret di perlakukan Rasulullah kepada ahli Shuffah dituturkan Abu Hurairah, "Demi Allah yang tiada Tuhan lain kecuali Dia, aku pernah berjalan merangkak di atas tanah karena lapar. Aku juga pernah menyumbat perutku dengan batu karena lapar. Suatu hari, aku duduk di jalan tempat mereka keluar. Tiba-tiba Nabi SAW lewat, tersenyum melihat padaku. Rupanya beliau menangkap apa yang tersurat di wajahku dan yang tersirat di hatiku.

"Abu Hir," beliau memanggilku.
"Saya, Rasulullah".
"Ikut aku!" beliau berlalu, aku membuntuti.

Ketika beliau masuk, aku pun minta izin masuk. Karena diizinkan maka aku pun masuk. Ternyata di dalam ada susu setempayan.

"Dari mana susu ini?"
"Diberi si Fulan," jawab orang-orang.
"Abu Hir," beliau memanggilku
"Saya, Rasulullah".
"Pergilah ke ahli Shiffah, undang mereka ke sini".

Dikutip dari buku Bilik-bilik Cinta Muhammad, karya Nizar Abazhah, ahli Shuffah adalah tamu-tamu Islam. Mereka tak pernah bergantung kepada keluarga, harta, atau siapa pun. Jika Rasulullah mendapat sedekah, beliau berikan seluruhnya kepada mereka tanpa mengambil bagian sedikit pun. Jika mendapat hadiah, beliau ambil sebagian sisanya diserahkan semua kepada mereka dan beliau bergabung dengan mereka.

Begitulah Rasulullah memperlakukan tetangganya. Beliau sangat peduli dengan tetangganya yang sangat membutuhkan. Sebagai umatnya hendaknya kita mengikuti Rasulullah peduli dan selalu berbuat baik kepada tetangga.
Baca Selengkapnya »

Artha Graha sebar pasar murah di 2.000 titik seluruh Indonesia

Artha Graha sebar pasar murah di 2.000 titik seluruh Indonesia
Pasar murah. ©2012 Lintastoday
Artha Graha menggelar pasar murah dengan menjual sembako dan daging sapi segar. Kegiatan pasar murah ini akan dilakukan di 2.000 titik di seluruh Indonesia hingga akhir tahun.

Pengurus Senior Artha Graha Heka Hertanto mengatakan kegiatan ini telah diselenggarakan mulai 31 Mei 2016 sampai nanti Desember 2016. "Setiap pasar kami juga ada binaannya. Setiap pasar, kami sediakan 2 ton daging sapi segar dan beku," ujarnya di Pasar Minggu, Jakarta, Selasa (5/7).

Adapun paket sembako dijual dengan harga Rp 25.000 berisi beras, gula, minyak goreng, dan mie instan. Sementara harga daging segar sebesar Rp 75.000 per kilogram dan daging beku sebesar Rp 70.000 per kilogram.

"Daging segar ini baru dipotong di RPH Berdikari milik kami, dengan tata cara muslim tentunya," ucap dia.

Setelah dipotong RPH, daging sapi yang sudah diambil kulitnya dan dipisahkan jeroannya, dibawa dengan mobil pendingin ke tempat-tempat penjualan, baik di pasar tradisional maupun titik penjualan lainnya.

Salah satu warga, Sugiyati tampak kegirangan mendapat sembako dengan harga miring. "Alhamdulillah dengan adanya pasar murah ini sangat membantu. Harga sembako di pasar naik terus apalagi saat puasa begini," ucapnya.
Baca Selengkapnya »

Satu keluarga tewas saat hendak pulang kampung di Jambi

Satu keluarga tewas saat hendak pulang kampung di Jambi
Ilustrasi kecelakaan motor. ©2013 Lintastoday
Kecelakaan maut merenggut tiga nyawa bapak, ibu dan anak, antara sepeda motor dengan minibus kendaraan pribadi terjadi di jalan lintas Provinsi Jambi tepatnya di Kabupaten Merangin. Ketiganya tewas di lokasi setelah motor dikendarainya menabrak mobil.

"Kecelakaan tersebut terjadi Senin (4/7) tepatnya di daerah Pamenang Barat, Kabupaten Merangin saat sepeda motor korban bersengolan dengan mobil dan akhirnya tertabrak mobil lainnya hingga ketiganya tewas di tempat," kata Kasubbid Penmas Bidang Humas Polda Jambi, Kompol Wirmanto, di Jambi, Selasa (5/7).

Ketiga korban tewas itu adalah Ramus (40), Sidan (37), dan Marzal (3) yang merupakan satu keluarga yang hendak mudik Lebaran ke Desa Pendung Hiang, Kecamatan Tanah Kampung, Kota Sungai Penuh. Mereka mudik dari Sarolangun menuju Kota Sungai Penuh, Kerinci menggunakan kendaraan sepeda motor di mana korban bertiga satu keluarga pakai satu sepeda motor berboncengan.

Sepeda motor mereka bersenggolan dengan mobil Toyota Innova, sehingga meraka jatuh kemudian datang lagi mobil lain dengan kecepatan tinggi langsung menabrak mereka. Kini kasusnya sedang ditangani oleh pihak kepolisian kebupaten setempat.

Sementara itu Polda Jambi juga telah merilis ada sebanyak 193 kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) terjadi di Provinsi Jambi, 10 korban jiwa, enam orang luka berat dan 327 orang luka ringan dengan kerugian material Rp141 juta lebih sejak Januari hingga Juni 2016.

Sementara itu pada 2015, laka lantas yang terjadi 112 kasus dengan korban tewas 17 orang, 12 orang luka berat dan 148 orang mengalami luka ringan dengan total kerugian Rp 145 juta lebih. Pihak Polda Jambi mengimbau agar para pemudik berhati-hati agar terhindar dari kecelakaan.
Baca Selengkapnya »