Usai dilantik, Tito akan dimintai nama calon Kepala BNPT baru

Wednesday, 13 July 2016

Usai dilantik, Tito akan dimintai nama calon Kepala BNPT baru
Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Presiden Joko Widodo siang ini akan melantik Komjen Pol Tito Karnavian menjadi Kapolri di Istana Negara, Jakarta. Dengan demikian, setelah resmi dilantik, posisi Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) akan mengalami kekosongan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menyatakan setelah resmi dilantik menjadi Kapolri, posisi Kepala BNPT harus sesegera mungkin diisi. Prosesnya adalah Kapolri dan Menko Polhukam akan memberikan usulan ke Presiden Joko Widodo siapa yang akan ditunjuk menggantikan Tito Karnavian sebagai Kepala BNPT.

"BNPT akan diproses lebih lanjut karena kalau BNPT prosesnya lebih simple. BNPT itu melalui TPA. Saya ini kebetulan Sekretaris TPA. Dengan demikian kalau ada usulan secara resmi dari Kapolri melalui Menko Polhukam, tentunya proses pergantian Kepala BNPT ini segera dilakukan," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/7).

Pramono enggan mengungkapkan siapa yang akan didapuk menjadi Kepala BNPT. Hal itu menjadi kewenangan sepenuhnya dari Kapolri baru dan Presiden.

"Tentunya nama itu akan dikonsultasikan oleh Kapolri baru dengan Presiden," ujarnya.

Tito Karnavian hari ini akan dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Negara. Pelantikan akan digelar pada pukul 14.00 Wib. Sementara, Sertijab Kapolri dari Jenderal Badrodin Haiti ke Tito Karnavian akan dilakukan pada Kamis (14/7) besok.
Baca Selengkapnya »

Prihatin bom Solo, orang ini bawa pesan khusus buat Kapolri baru

Prihatin bom Solo, orang ini bawa pesan khusus buat Kapolri baru
Warga Solo beri dukungan untuk Komjen Tito. ©2016 Lintastoday
Presiden Joko Widodo akan melantik Komisaris Jenderal Pol Tito Karnavian sebagai Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) di Istana Negara. Jabatan yang diembannya itu sekaligus menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti karena telah memasuki masa pensiun, sekaligus membawa harapan rakyat untuk mereformasi lembaga kepolisian.

Terkait pelantikan Tito, Bambang Saptono, warga Solo, menggelar aksi tunggal di Bundaran Gladag, Rabu (13/7). Dengan membawa sebuah mobil sedan hitam yang dipasangi 3 replika bom di atas kap, ia memulai aksinya. Sebuah poster berwarna merah bertuliskan 'dukung revisi UU Terorisme' turut dibentangkan.

"Tito masih muda mempunyai kemampuan dan prestasi. Dibandingkan Kapolri lain dia banyak kelebihan. Saya sangat optimis Tito bisa bekerja baik dan membawa Polri lebih maju. Tito mempunyai kemampuan dan pengalaman menangani terorisme, sehingga saya yakin dia akan berhasil memimpin Polri," ujarnya.

Sementara itu 3 replika bom yang dia letakkan di atas mobil dimaksudkan sebagai pesan agar Kapolri tetap waspada terhadap munculnya aksi-aksi terorisme. Ia juga mendukung segera disahkannya UU Terorisme. Dengan UU tersebut, menurut dia, polisi akan lebih leluasa melakukan tindakan pencegahan dan penindakan aksi terorisme.

"Meskipun lebih leluasa tapi jangan sampai lupa tetap memperhatikan hak asasi manusia (HAM)," lanjutnya.

Bambang menilai penunjukan Tito sangat tepat khususnya dalam kaitannya dengan pemberantasan terorisme. Tito, kata dia, diyakini mempunyai strategi jitu dalam pemberantasan terorisme. Kendati demikian dia juga meminta masyarakat agar waspada dan membantu kinerja aparat dalam penumpasan aksi terorisme.
Baca Selengkapnya »

Istana pastikan Komjen Tito dilantik jadi Kapolri hari Rabu

Monday, 11 July 2016

Istana pastikan Komjen Tito dilantik jadi Kapolri hari Rabu
Perwira tinggi dampingi Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Usai menjalani tahapan uji kepatutan dan kelayakan dan disetujui oleh DPR, Komjen Pol Tito Karnavian tinggal dilantik oleh Presiden Joko Widodo menjadi Kapolri menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang memasuki masa pensiun.

Menteri Sekretaris Negara Pratikno mengatakan pelantikan Komjen Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri akan digelar pada Rabu (13/7) di Istana Negara.

"Pelantikan Kapolri nanti direncanakan akan diselenggarakan Rabu 13 Juli siang hari sekitar 13.30 Wib," kata Pratikno di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (11/7).

Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian mengaku sudah menyiapkan program saat memimpin Polri nanti. Salah satunya, membangun kembali kepercayaan publik terhadap polisi dengan cara menginstruksikan seluruh jajarannya untuk turun langsung ke masyarakat.

"Saya akan meminta para pimpinan kewilayahan untuk banyak turun ke bawah, kemudian bersentuhan dengan masyarakat, memperbanyak dialog-dialog dengan masyarakat yang mungkin pola-pola saya sebagai Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya itu juga akan saya minta untuk diteruskan," kata Tito saat menghadiri HUT Bhayangkara ke 70 di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Jumat (1/7).

"Saya yakin Polda-Polda melakukan banyak, ada juga yang belum maksimal. Prinsipnya membangun komunikasi dengan masyarakat untuk memahami public expectation, apa keinginan masyarakat baik yang dilakukan dengan dialog langsung maupun melalui suara-suara di media," tambah dia.

Tito berharap, semua jajarannya bisa menyatukan visi untuk menarik kembali kepercayaan publik yang rendah. Sebab, diakui dia, posisi Polri tidak diuntungkan dalam era demokrasi.

"Karena era demokrasi demos dan cratos kekuasaan di tangan rakyat, public perception is a metter. Jadi suara publik sangat penting didengar untuk survive," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Tito pun mencontohkan beberapa cara meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Di antaranya, merespon dengan cepat keinginan publik baik secara langsung di lapangan atau pun di media sosial.
Baca Selengkapnya »

Amanah Badrodin untuk Tito Karnavian: Selesaikan operasi Santoso

Saturday, 2 July 2016

Amanah Badrodin untuk Tito Karnavian: Selesaikan operasi Santoso
Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Setelah lulus menjalani fit and proper test dan mendapat lampu hijau dari DPR, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol Tito Karnavian rencananya bakal dilantik menjadi Kapolri pada 12 Juli 2016. Kapolri Jenderal Badrodin Haiti mengaku sudah memberikan amanah khusus kepada Tito jika nantinya memimpin korps Bhayangkara.

Badrodin berharap Tito meneruskan pekerjaannya yang belum rampung. "(Amanah) Tentu. Saya nitip yang belum selesai diselesaikan," kata Badrodin saat dihubungi, Jakarta, Sabtu (2/7).

Badrodin membeberkan beberapa pekerjaannya yang belum rampung di Polri. Salah satu yang terpenting, menyelesaikan operasi penangkapan kelompok Mujahiddin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso.

"Peningkatan profesi Polri, terpenting menyelesaikan tantangan menangkap kelompok Santoso," tegas dia.

Jenderal bintang empat ini optimis Tito bakal menjalankan tugas dengan baik. Dia menyebut Tito punya kemampuan dan bisa membawa Polri ke arah lebih baik.

"Saya pikir Pak Tito orang yang cukup energik, punya kapasitas, banyak prestasi, punya kemampuan yang baik. Dia mampu membawa perubahan polisi," ucap Badrodin.
Baca Selengkapnya »

Jenderal Badrodin: Kemungkinan Tito dilantik jadi Kapolri 12 Juli

Jenderal Badrodin: Kemungkinan Tito dilantik jadi Kapolri 12 Juli
Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Setelah dinyatakan lolos uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test di DPR, calon tunggal Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian akan segera dilantik dalam waktu dekat. Rencananya, pelantikan bakal digelar pada tanggal 12 Juli mendatang.

"Nanti abis Lebaran, kalau enggak salah tanggal 12 Juli siang," kata Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti saat dihubungi merdeka.com, Jakarta, Sabtu (2/7).

Usai Tito resmi memegang tongkat Tribarata-1, Badrodin akan langsung menanggalkan tahtanya sebagai orang nomor satu di Polri.

"Begitu dilantik, saya sudah enggak bertugas," kata dia.

Diketahui, Komjen Pol Tito Karnavian yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) dinyatakan lolos dalam uji kelayakan dan kepatutan calon Kapolri di DPR. Perjalanan Tito menuju kursi Korps Bhayangkara 1 berjalan cukup mulus.

Hampir semua anggota legislatif khususnya di Komisi III setuju atau mendukung Tito memimpin Polri menggantikan Badrodin yang sudah memasuki masa pensiun. Tito dianggap layak dan berkompeten memimpin Polri ketimbang perwira tinggi (Pati) lain yang diajukan Kompolnas dan internal Polri kepada Presiden Jokowi.
Baca Selengkapnya »

Calon Kapolri Tito Karnavian akan beri sanksi polisi tak lapor harta

Calon Kapolri Tito Karnavian akan beri sanksi polisi tak lapor harta
Perwira tinggi dampingi Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Calon Kapolri Komjen Pol Tito Karnavian berjanji akan memberikan sanksi tegas kepada anggotanya jika tidak melaporkan Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sanksi akan diberikan secara internal dan mulai diberlakukan jika Tito sudah resmi memimpin Polri.

"Akan kita berlakukan sanksi internal secara bertahap supaya jangan terjadi goncangan internal karena tadi paralel," kata Tito di perayaan HUT Bhayangkara ke 70 di lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta, Jumat (1/7).

Menurut Tito perbaikan dari internal Polri perlu dilakukan guna meningkatkan kinerja anggotanya. Namun, Tito yang saat ini masih menjabat sebagai Kepala BNPT juga meminta dukungan dari pihak eksternal dalam hal ini pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan polisi.

Selain meningkatkan kinerja anggota polisi, dinilai Tito kewajiban melaporkan LHKPN juga perlu dilakukan sebagai bentuk revolusi kultural yang mengarah pada budaya pro koruptif.

"Memang ada dua revolusi kultural yang dilakukan oleh polisi yang pertama masalah budaya koruptif yang tendenesi kedua perilaku yang humanis. Dua itu yang harus kita kembangkan di Polri," ujarnya.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini juga berharap di bawah kepemimpinannya Polri tidak lagi hidup mewah, konsumtif dan hedonis. Di sisi lain, dia juga akan berusaha keras meminta pemerintah memperhatikan kesejahteraan para anggota polisi.

"Contohnya tunjangan kinerja yang baru 57 persen, takehome pay anggota kecil mereka relatif rendah. Anggota polisi terendah hampir sama dengan upah minimum regional otomatis kita tanggung jawabnya besar. Kita harus berusaha perbaiki," tandas Tito.
Baca Selengkapnya »

Tito Karnavian minta polisi rajin blusukan dan melek media sosial

Tito Karnavian minta polisi rajin blusukan dan melek media sosial
Tito Karnavian. ©facebook.com/Daimon SmanDupa
Calon Kapolri Komjen Tito Karnavian mengaku sudah menyiapkan program saat memimpin Polri nanti. Salah satunya, membangun kembali kepercayaan publik terhadap polisi dengan cara menginstruksikan seluruh jajarannya untuk turun langsung ke masyarakat.

"Saya akan meminta para pimpinan kewilayahan untuk banyak turun ke bawah, kemudian bersentuhan dengan masyarakat, memperbanyak dialog-dialog dengan masyarakat yang mungkin pola-pola saya sebagai Kapolda Papua, Kapolda Metro Jaya itu juga akan saya minta untuk diteruskan," kata Tito saat menghadiri HUT Bhayangkara ke 70 di Lapangan Bhayangkara, Jakarta, Jumat (1/7).

"Saya yakin Polda-Polda melakukan banyak, ada juga yang belum maksimal. Prinsipnya membangun komunikasi dengan masyarakat untuk memahami public expectation, apa keinginan masyarakat baik yang dilakukan dengan dialog langsung maupun melalui suara-suara di media," tambah dia.

Tito berharap, semua jajarannya bisa menyatukan visi untuk menarik kembali kepercayaan publik yang rendah. Sebab, diakui dia, posisi Polri tidak diuntungkan dalam era demokrasi.

"Karena era demokrasi demos dan cratos kekuasaan di tangan rakyat, public preception is a metter. Jadi suara publik sangat penting didengar untuk survive," ucapnya.

Pada kesempatan itu, Tito pun mencontohkan beberapa cara meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Di antaranya, merespon dengan cepat keinginan publik baik secara langsung di lapangan atau pun di media sosial.

"Saya sampaikan tadi seperti merespon dengan cepat keinginan publik baik dengan langkah-langkah nyata di lapangan maupun suara-suara yang melalui media sosial, media massa. Ini didengar dan direspon, jangan dianggap angin lalu," tegas Kepala BNPT itu.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini pun meminta polisi untuk peka menganalisa isu di media. Menurutnya, apa yang diinginkan publik bisa dilihat dari topik teratas media massa.

"Kita bisa melihat sebetulnya suara publik, trending topicnya kemana, sentimen negatifnya kemana, indeks sentimen positif seperti apa, yang negatifnya harus kita respon. Jangan didiamkan. Sentimen positif akan dilanjutkan itu menjadi mana publik menghendaki, misalnya vaksin, ya segara," pungkas Tito.
Baca Selengkapnya »

Puja puji Budi Waseso, Komjen Tito bersih, terbaik layak Kapolri

Tuesday, 28 June 2016

Puja puji Budi Waseso, Komjen Tito bersih, terbaik layak Kapolri
Komisi III kunjungi kediaman calon Kapolri. ©2016 Lintastoday
Polri dipastikan bakal segera mempunyai pimpinan baru. Komjen Pol Tito Karnavian dipastikan akan memimpin korps Bhayangkara setelah paripurna DPR, Senin (27/6) menyetujui mantan Kapolda Metro Jaya itu menjadi Kapolri.

Sebelum nama Komjen Pol Tito dipilih menjadi calon tunggal Kapolri oleh Presiden Jokowi, sesungguhnya nama Komjen Pol Budi Waseso digadang-gadang menjadi calon kuat pemimpin korps Bhayangkara.

Komjen Budi Waseso pun berkali-kali menyatakan siap jika memang dipilih menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti. Namun yang terjadi justru Komjen Pol Tito Karnavian yang dicalonkan oleh Presiden Jokowi.

Komjen Pol Budi Waseso pun menanggapi positif dipilihnya Komjen Tito oleh Jokowi. Kepala BNN itu mendukung penuh pencalonan Komjen Pol Tito Karnavian.

Berbagai pujian pun dilontarkan mantan Kabareskrim itu terhadap Komjen Tito.

"Saya dukung Pak Tito (calon tunggal Kapolri)," kata Budi Waseso di kantor BNN Cawang, Jakarta Timur, Rabu (15/6).

Komjen Budi Waseso menilai sosok Komjen Tito Karnavian merupakan pribadi yang memiliki riwayat hidup yang baik. Karenanya Presiden Jokowi tidak salah memilih Komjen Tito sebagai pimpinan di Korps Bhayangkara.

"Beliau (Tito) adalah satu putera terbaik di Polri, sangat layak memimpin instansi Polri ke depan. Kita hormati presiden sudah menentukan pilihannya," katanya di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (16/6).

Dirinya juga menampik bahwa di level kepolisian terdapat senioritas. Menurutnya di bawah kepemimpinan Tito kinerja di kepolisian akan lebih baik ke depannya.

"Mudah-mudahan dengan dukungan termasuk senior-senior, Pak Tito dapat melaksanakan tugas yang tentunya berat tapi manakala dikerjakan bersama-sama dengan visi misi yang satu, saya kira bisa bisa lebih baik kepolisian kita," ungkapnya.

"Regenerasi tidak ada urusan panjang dan pendek di mana itu membutuhkan percepatan regenerasi. Tidak apa. Yang penting tujuannya untuk kebaikan orang itu sendiri termasuk bangsa ini dalam penegakan hukum," ujarnya.

"Pesan, saya kira tidak perlu pesan, karena Tito mudah bergaul dan bisa menyesuaikan diri, kita lihat bagaimana Tito jadi Kapolda di Papua dan menjalankan tugas sebagai Kapolda Metro Jaya, ukurannya sudah jelas," jelas Budi.

Tak cuma itu, Komjen Budi Waseso juga menilai Komjen Tito Karnavian layak menjadi Kapolri lantaran bersih dan berprestasi.

"Pak Tito orang bagus, bersih, seperti yang disampaikan KPK, PPATK, beliau baik, prestasi beliau juga baik. Yakinlah beliau bisa mimpin Polri ke depan," kata Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

"Selamat, ucapan selamat sudah ke beliau. Insya Allah segera dilantik, berharap beliau langsung bekerja," imbuhnya.

Dia mengaku mendukung penuh Komjen Tito. Dia berharap Komjen Tito mampu melaksanakan reformasi di institusi Polri. Dia siap bekerjasama dengan Komjen Tito ke depannya.

"Saya, mendukung dan memberikan semangat nanti," tuturnya.
Baca Selengkapnya »

Harapan Ketua KPK pada Komjen Tito Karnavian

Monday, 27 June 2016

Harapan Ketua KPK pada Komjen Tito Karnavian
Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
DPR menyetujui Komjen Pol Tito Karnavian menjadi Kapolri. Hal itu diputuskan dalam rapat paripurna DPR usai menggelar uji kepatutan dan kelayakan pada Tito sebagai calon tunggal Kapolri yang diajukan oleh Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Ketua KPK Agus Rahardjo menyampaikan harapannya agar proses penegakan hukum bisa berjalan sinergi. Khususnya antara KPK dan Polri yang selama ini kerap bersinggungan.

"Kami harapkan dengan kepemimpinan yang baru mudah-mudahan penegakan hukum makin sinergi antara KPK, Polri dan penegak hukum yang lain, Kejaksaan, Kehakiman," kata Agus di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (27/6).

Agus juga ingin persoalan bangsa ini bisa diselesaikan dengan segera, bersinergi dengan harmonis. Dengan demikian, proses penegakan hukum berjalan dengan baik.

"Mudah-mudahan cepatlah masalah-masalah yang kita hadapi segera selesai. Lebih cepat lebih baik untuk negara kita untuk harmoni itu," terang dia.
Baca Selengkapnya »

Komjen Tito akan dilantik jadi Kapolri setelah HUT Bhayangkara

Komjen Tito akan dilantik jadi Kapolri setelah HUT Bhayangkara
Perwira tinggi dampingi Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komisaris Jenderal (Komjen) Tito Karnavian akan dilantik menjadi Kepala Kepolisian RI setelah Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-70, 1 Juli 2016. Hal ini diungkapkan Sekretaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung.

"Pelantikan Kapolri nanti setelah Hari Bhayangkara," ujar Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin (27/6).

Untuk diketahui, Presiden Jokowi telah menyerahkan nama calon tunggal pengganti Jenderal Pol Badrodin Haiti ke DPR pada pekan lalu. Dari sekian nama yang digadang-gadang bakal menggantikan Jenderal Badrodin, ternyata hanya satu nama yang dipilih Presiden Jokowi, yaitu Komjen Tito.

Penunjukan Komjen Tito sempat menuai pro dan kontra. Pasalnya, Komjen Tito adalah lulusan Angkatan Kepolisian (Akpol) 1987 dinilai masih junior ketimbang beberapa calon lainnya, seperti Kabaintelkam Komjen Noer Ali (Akpol 1981), Irwasum Komjen Dwi Priyatno (Akpol 1982), Wakapolri Komjen Budi Gunawan (BG) Akpol 1983 dan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Akpol 1984).

Adapun alasan Presiden Jokowi memilih Tito menggantikan Jenderal Badrodin karena kecerdasan dan kemampuan Tito memberantas terorisme.

"Pak Tito nantinya dapat meningkatkan profesionalisme Kapolri sebagai pengayom masyarakat dan memperbaiki kualitas penegakan hukum narkoba, terorisme dan korupsi," ungkap Presiden di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Kamis (16/6).

"Saya yakin beliau punya kemampuan cerdas, memiliki kompetensi yang baik," tambahnya.

Keputusan ini, kata Presiden, telah melalui pertimbangan yang sangat matang dengan meminta masukan dari beberapa lembaga terkait seperti Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).

"Saya sudah dengar masukan Polri, Kompolnas dan masukan masyarakat," terang Presiden.

Dalam mengajukan nama Komjen Tito, Jokowi menegaskan sudah mengacu pada Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Republik Indonesia.

"Proses Kapolri merujuk UU Nomor 2 Tahun 2002," tegasnya.
Baca Selengkapnya »

Budi Waseso sebut Tito Karnavian bersih, bagus, dan berprestasi

Budi Waseso sebut Tito Karnavian bersih, bagus, dan berprestasi
BNN konpers penangkapan pilot dan pramugari pesta sabu. ©2015 Lintastoday
Kepala BNN Budi Waseso menilai Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian layak menjadi calon Kapolri menggantikan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Hal tersebut lantaran Tito bersih dan berprestasi.

"Pak Tito orang bagus, bersih, seperti yang disampaikan KPK, PPATK, beliau baik, prestasi beliau juga baik. Yakinlah beliau bisa mimpin Polri ke depan," kata Waseso di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

"Selamat, ucapan selamat sudah ke beliau. Insya Allah segera dilantik, berharap beliau langsung bekerja," imbuhnya.

Waseso mengaku dirinya mendukung penuh Tito. Dia berharap Tito mampu melaksanakan reformasi di institusi Polri. Dia siap bekerjasama dengan Tito ke depannya.

"Saya, mendukung dan memberikan semangat nanti," tuturnya.

Soal usia Tito yang tergolong muda, Budi enggan mempermasalahkannya. Sebab Tito memiliki kapasitas mengemban tugas sebagai Kapolri.

"Sekali lagi tidak ada masalah, sekarang kita semua tahu untuk bagaimana Kapolri lebih baik," ujarnya.

Seperti diketahui, dalam rapat paripurna, DPR telah menyepakati usulan Presiden Jokowi terkait calon tunggal Kapolri. Lantas Ketua DPR Ade Komarudin telah menandatangani surat persetujuan pencopotan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti dan mengangkat Tito. Ade juga menegaskan akan melayangkan surat tersebut pada Jokowi dalam waktu dekat.
Baca Selengkapnya »

Komjen Tito: Budi Gunawan masih menjabat Wakapolri

Komjen Tito: Budi Gunawan masih menjabat Wakapolri
Komisi III kunjungi kediaman calon Kapolri. ©2016 Lintastoday
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dalam sidang paripurna telah menyetujui calon tunggal Kapolri, Komjen Tito Karnavian. Selangkah lagi, Tito akan menjabat sebagai Kapolri dan menggantikan Jenderal Badrodin Haiti yang akan pensiun.

Tito mengaku bila dirinya belum berpikir siapa yang layak menjadi Wakapolri. Sejauh ini, kata dia, posisi tersebut masih dijabat Wakapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

"Belum terpikirkan sama sekali. Kan masih ada Pak Budi," kata Tito di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Tito juga enggan memikirkan siapa yang akan menjadi Wakapolri. Sebab dia belum dilantik dan akan fokus terhadap kinerja.

"Saya belum mau berandai-andai karena harus diskusi di kalangan internal. Ada Wanjakti ada proses konsultasi dengan Bapak Presiden," jelasnya.

Tito sendiri mengaku mendapat kabar terkait rencana Budi akan menjadi Kepala BIN. Hal tersebut tentunya menggeser posisi Kepala BIN Sutiyoso.

"Saya dengar rencana itu, tapi setahu saya, dia masih jadi Wakapolri," pungkasnya.
Baca Selengkapnya »

Ini reaksi calon Kapolri Tito Karnavian Jakmania aniaya polisi

Ini reaksi calon Kapolri Tito Karnavian Jakmania aniaya polisi
Perwira tinggi dampingi Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Calon tunggal Kapolri yang kini masih Kepala BNPT Komjen Tito Karnavian menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi terkait pelantikannya menjadi Kapolri. Sebab DPR sudah menyepakati usulan Tito menggantikan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti.

"Untuk langkah berikutnya saya kira ada di tangan pemerintah atau Presiden. Saya tinggal mengikuti saja. Biasanya diikuti proses pelantikan. Saya tentunya mengikuti saja apa yang diputuskan oleh bapak Presiden dan mengikuti semua jalurnya," kata Tito di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Jika dalam waktu dekat dia dilantik, menurutnya permasalahan lain yang menyangkut konflik harus segera diatasi. Misalnya terkait kerusuhan suporter Persija.

"Di samping itu hal-hal lain yang berpotensi konflik menjadi atensi saya seperti kasus bola kemarin kita harus selesaikan dengan cepat," ujarnya.

Menurut Tito, terkait kerusuhan suporter saat pertandingan Torabika Champion antara Persija lawan Sriwijaya FC. Menurutnya Perjia harus mendapat sanksi.

"Penegakan hukum harus berjalan. Saya kira kemarin sudah ada yang diamankan. Kedua, perlu ada komunikasi dengan Polda Metro Jaya dengan Jakmania. Karena kemarin ada ribut saya kira perlu ada sanksi untuk itu. Saya kira dalam posisi ini teman-teman The Jak harus bisa menahan diri," jelasnya.

Selain itu, mengenai keamanan arus mudik juga perlu disikapi serius. "Dalam itu biasanya ada apa saja hal-hal yang bersifat prioritas jangka pendek dan sekaligus pandangan jangka panjang. Tapi yang saya kira utama pengamanan arus mudik dan balik," tuturnya.
Baca Selengkapnya »

'Kapolri Timur sampai Badrodin semua berkumis, harusnya Tito juga'

'Kapolri Timur sampai Badrodin semua berkumis, harusnya Tito juga'
Komjen Pol Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Selang beberapa saat setelah DPR menyepakati pergantian jabatan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti ke Kepala BNPT Komjen Pol Tito Karnavian, salah satu anggota dewan menyampaikan interupsinya. Wakil Ketua Komisi V, Michael Wattimena meminta agar Tito menumbuhkan kumisnya. Hal tersebut dia sampaikan dalam Rapat Paripurna ke-31 masa persidangan V tahun sidang 2015-2016.

"Memang ini usul pribadi, tiga periode di Kapolri, dari Timur Pradopo sampai Badrodin Haiti, hampir semua berkumis, harapannya Pak Tito juga berkumis, supaya kelihatan agak smile, itu saja sudah mengobati segala persoalan internal Polri," kata Michael di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (27/6).

Tak sampai di situ, Politikus Partai Demokrat tersebut juga berharap Tito diberi kesempatan dahulu untuk bekerja, bukan langsung dicecar. Dia juga merengek meminta agar dapat kesempatan berfoto bersama dan berjabat tangan dengan Tito.

"Selama ini kan yang berfoto dan bersalaman hanya pimpinan DPR saja. Saya harap bisa berjabat tangan, apalagi Ramadan, begitu Pak Ketua," tuturnya.

Lantas ketua sidang, Wakil Ketua DPR Fadli Zon menyepakati usulan tersebut. Setelah Sidang ditutup, beberapa anggota dewan maju ke depan panggung dan berfoto bersama mantan Kapolda Papua itu.
Baca Selengkapnya »

Paripurna DPR setuju Komjen Tito jadi Kapolri

Paripurna DPR setuju Komjen Tito jadi Kapolri
Perwira tinggi dampingi Tito Karnavian. ©2016 Lintastoday
Rapat Paripurna DPR akhirnya menyetujui Komjen Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri. Sebelumnya, Komjen Tito telah mengikuti serangkaian uji kelayakan di Komisi III DPR.

"Apakah disetujui (pemberhentian Jenderal Badrodin Haiti dan pengangkatan Komjen Pol Tito Karnavian sebagai Kapolri)?," tanya Wakil Ketua DPR Fadli Zon kepada peserta rapat paripurna di Gedung DPR, Jakarta, Senin (27/6).

Para anggota DPR yang hadir pung langsung menjawab setuju dan kemudian Fadli Zon mengetuk palu sidang tanda pengesahan.

Sementara itu, Ketua Komisi III DPR Bambang Soesatyo menjelaskan berdasarkan keputusan hasil pleno, Komisi III menyetujui pemberhentian Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti. Selanjutnya mengikuti, menyepakati pengangkatan Komjen Tito Karnavian sebagai Kapolri.

"Komisi III menyadari dan memahami bahwa kapasitas dan kompetensi calon kapolri bisa untuk menjadi kapolri. Maka dari itu komisi III DPR menyetujui usulan presiden terkait calon kapolri. Komisi III juga mengucapkan terima kasih yang setinggi-tingginya terhadap Pak Jenderal Badrodin Hati," kata Bambang.

Politikus Partai Golkar tersebut juga berujar, atas nama komisi III DPR, mereka titipkan nasib Polri pada Tito. Mereka berharap Polri mampu menjadi polisi rakyat yang mengayomi dan memberikan rasa aman terhadap masyarakat.
Baca Selengkapnya »
logo lintastoday