Puan anggap eks menteri Jokowi gabung Prabowo sebagai pilihan politik

Friday, 31 August 2018

Puan anggap eks menteri Jokowi gabung Prabowo sebagai pilihan politik
Menko PMK Puan Maharani. ©2018 Lintastoday
Politikus PDIP Puan Maharani tidak mau menanggapi terkait mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang era Jokowi-Jusuf Kalla, Ferry Mursyidan Baldan, bergabung dengan tim sukses pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Dia pun tidak ambil pusing terkait keputusan Ferry.

"Tanya Pak Ferry kenapa begitu. Kan Pak Sandi bilang karena teman baik, ya sudah itu pilihan politik. Pak Ferry juga teman saya jadi itu pilihan politik boleh-boleh saja," kata Puan di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Ditemui terpisah, bakal calon Wakil Presiden Sandiaga Uno menyambut baik bergabungnya mantan politisi partai Nasional Demokrat (NasDem) Ferry Mursyidan Baldan ke dalam tim suksesnya. Sandiaga mengatakan masuknya mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang di awal masa kerja kabinet kerja Jokowi-JK ini bisa menjadi energi baru di tim sukses Prabowo-Sandi.

"Jadi ada satu tambahan semangat juga buat kita, tambahan energi dan kita syukuri setiap dukungan yang datang kepada kami," ujar Sandiaga di Angkringan Joglo, Bantul, Kamis (30/8).

Sandiaga merasa beruntung dengan kehadiran Ferry Mursyidan di dalam timnya. Ferry sendiri sudah mulai bertugas sejak Rabu (29/8).
Baca Selengkapnya »

Kubu Prabowo disebut rayu tokoh Golkar untuk bergabung

Kubu Prabowo disebut rayu tokoh Golkar untuk bergabung
Wasekjen Golkar Ace Hasan Syadzily. ©2018 Lintastoday/Dokumen Partai Golkar
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily menilai manuver untuk mengajak tokoh-tokoh politik agar memberikan dukungan kepada salah satu pasangan calon presiden dan wakil presiden sebagai hal wajar. Ace mengungkapkan koalisi pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sempat merayu tokoh-tokoh partai Golkar untuk bergabung.

"Seperti halnya juga dari kubu sebelah juga mendatangi tokoh Golkar juga, tokoh partai lain yang selama ini pendukung koalisi. Saya kira ini sesuatu yang wajar saja kalau kita mencari dukungan," kata Ace di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (30/8).

Namun, Ace membantah tudingan koalisi Jokowi-Ma'ruf membujuk sejumlah kader Demokrat agar memberikan dukungan di Pilpres 2019. Ada 5 kader memutuskan berpindah haluan mendukung Jokowi-Ma'ruf yaitu Lukas Enembe, Deddy Mizwar, Ruhut Sitompul, TGB Zainul Majdi dan Soekarwo.

Keputusan kelima kader ini berbeda dengan sikap Demokrat di Pilpres 2019. Demokrat telah menjatuhkan dukungan kepada Prabowo-Sandiaga.

"Oh enggaklah. Saya kira siapapun kalau capresnya ingin menang, pasti akan datang untuk meraih dukungan kepada pihak yang selama ini dinilai belum menentukan sikap politik," tegasnya.

Wakil Ketua Komisi VIII DPR ini mengaku tak mau ikut campur internal Demokrat soal sikap kelima kader mereka menyeberang ke kubu Jokowi-Ma'ruf. Tetapi, dia menganggap kelima kader menyadari pasangan capres-cawapres yang paling layak adalah Jokowi-Ma'ruf.

"Kalau misalnya orang seperti TGB, Demiz mendukung Jokowi mungkin karena mereka punya kesadaran Jokowi ini tokoh paling layak dicalonkan kembali sebagai capres,"

Koalisi pendukung Jokowi-Ma'ruf, kata Ace, juga akan mencoba mengajak tokoh-tokoh politik yang tergabung dalam koalisi pendukung Prabowo-Sandi. Banyaknya tokoh politik yang gabung mendukung Jokowi-Ma'ruf akan memperbesar kans kemenangan di Pilpres 2019.

"Ya kita semakin banyak, bahkan kalau perlu dari partai yang selama ini mendukung Pak Prabowo kita bisa ajak kan semakin bagus. Artinya semakin besar dukungan semakin bagus," ungkapnya.
Baca Selengkapnya »

Aktivis korban penculikan Orde Baru terpilih jadi ketum relawan Jokowi

Aktivis korban penculikan Orde Baru terpilih jadi ketum relawan Jokowi
Ketum Relawan Almisbat Hendrik Sirait (kiri). ©2018 Lintastoday
Aktivis pro demokrasi korban penculikan pada masa Orde Baru, Hendrik Sirait, terpilih secara aklamasi menjadi ketua umum organisasi relawan Jokowi, Aliansi Masyarakat Sipil Untuk Indonesia Hebat (Almisbat).

Dalam pidatonya, Hendrik mengatakan sebagai organisasi relawan yang berdiri sejak 2014, Almisbat siap mengemban amanah organisasi dan berkomitmen memenangkan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk periode selanjutnya.

"Tugas kita ke depan cukup berat, tapi dengan kekompakan dan kerja-kerja keras kita, saya yakin kita dapat memenangkan kembali Pak Jokowi untuk periode kedua," kata mantan ketua PBHI Jakarta ini dalam pidatonya saat Temu Raya Nasional Almisbat ke 2 di Wisma Kinasih, Depok, Kamis (30/8).

Hendrik melanjutkan, alasan dirinya memenangkan Jokowi karena sosok mantan wali kota Solo itu mewakili rakyat kecil.

"Pak Jokowi adalah figur rakyat kecil, yang membuktikan bahwa rakyat kecil sekalipun mampu maju dan sukses. Apalagi di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dirinya sudah membuktikan mampu fokus dan serius bekerja keras membangun Indonesia sentris," tegas Hendrik

Melalui Almisbat, lanjut Hendrik, selain mendukung Jokowi, pihaknya tetap memposisikan sebagai mitra kritis bagi pemerintah dan siap mengawal pemerintahan Jokowi ke depannya.

"Kami tetap menjadi mitra kritis pemerintah dan siap mengawal program-program kerakyatan demi terciptanya kemakmuran rakyat," tandasnya.

Turut hadir pada Temu Raya Nasional Almisbat ini, Deputi IV Kantor Staf Presiden Eko Sulistyo, Menteri Tenaga Kerja Hanif Dakhiri, Samuel Abri Jani Pangerapan, Pengamat Politik Charta Politika Yunarto Wijaya, Pengamat Politik Ray Rangkuti, Para pimpinan organisasi relawan Jokowi dan peserta Temu Raya Almisbat dari 55 kota/kabupaten di Indonesia.
Baca Selengkapnya »

Puan Maharani akui Erick Thohir masuk kriteria ketua Timses Jokowi

Puan Maharani akui Erick Thohir masuk kriteria ketua Timses Jokowi
Erick Thohir. ©2018 Lintastoday
Anggota Dewan Pengarah Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan calon presiden dan wakil presiden, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Puan Maharani menjelaskan, hingga saat pihaknya masih menggodok siapa nama yang cocok untuk jadi ketua tim kampanye.

Puan tidak menepis nama Ketua Inasgoc, Erick Thohir masuk radar tersebut. Tidak hanya Erick, Najwa Shihab juga sempat dilirik.

"Ya bisa aja masuk karena mereka (Erick dan Najwa) juga sosok yang saat ini sering muncul dan masih anak muda. Jadi bisa saja," kata Puan di Kantor BMKG, Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Dia menjelaskan, nama-nama tersebut sudah mengerucut ke beberapa nama. Dan tidak menutup kemungkinan dua nama tersebut muncul. Dia pun meminta kepada publik agar bersabar terkait nama yang akan jadi ketua kampanye Jokowi-Ma'ruf Amin. Kemudian, Puan menjelaskan, sosok yang cocok yaitu mampu membangun komunikasi antara capres dan cawapres.

"Yang pasti bisa bekerja sama dengan capres cawapres dalam arti bekomunikasi. Kemudian bisa membangun komunikasi juga dengan tim koalisi. Dan yang ketiga ya tentu saja sosok yang bisa diterima secara baik oleh internal dan masyarakat," papar Puan.

Tidak hanya Puan yang tidak menutup kemungkinan tersebut, Partai NasDem mendukung jika nama Ketua Inasgoc Erick Thohir akhirnya dipilih menjadi Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) bakal capres-cawapres petahana Joko Widodo (Jokowi) dan KH Ma'ruf Amin.

Ketua DPP Partai NasDem Irma Suryani menilai, Erick memiliki kapasitas mengelola TKN Jokowi-Ma'ruf. Hal itu terlihat dari keberhasilan Erick menyelenggarakan Asian Games 2018.

"Kenapa tidak? Urus event besar Asian Games saja sukses," kata Irma saat dihubungi, Kamis (30/8).

Namun, menurutnya, kriteria ketua TKN Jokowi-Ma'ruf tidak hanya mempertimbangkan soal kapasitas. Kriteria lain yang harus dimiliki adalah kemampuan manajerial dalan mengelola TKN.

"Tapi kan tidak cukup hanya dengan kapasitas saja, yang lebih penting adalah mampu menghandle seluruh tim sukses dan berkomitmen dalam kerja pemenangan," ujarnya.
Baca Selengkapnya »

Sudirman Said lapor ke Prabowo soal perkembangan Jawa Tengah

Sudirman Said lapor ke Prabowo soal perkembangan Jawa Tengah
Sudirman Said. ©2015 Lintastoday
Calon legislatif DPR dari Partai Gerindra Sudirman Said hadir dalam rapat tertutup di kediaman Prabowo Subianto Jl Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rapat tersebut membahas tim pemenangan sekaligus melapor ke Prabowo soal Dapilnya di Jawa Tengah.

"Saya silaturahmi dan lapor ke Pak Prabowo soal perkembangan di Jawa Tengah, saya adalah caleg dari dapil Jawa Tengah dan juga masih terus menjaga hubungan dengan relawan ketika Pilgub," katanya di kediaman Prabowo, Kamis (30/8).

Sudirman dan Ferry Mursyidan Baldan juga disebut masuk dalam tim struktur tim pemenangan Prabowo Subianto - Sandiaga Uno. Dua eks menteri kabinet Jokowi - Jusuf Kalla ini akan ikut menyukseskan kemenangan Pilpres 2019 Prabowo dan Sandiaga.

"Pak Ferry akan masuk dalam tim, tetapi kan kita tahu timnya masih dalam proses finalisasi, belum tau tugasnya apa. Kita volunteer saja, ikut membantu bantu saja," ucap Sudirman.

Mantan Menteri ESDM ini juga menyebut status Ferry sudah nonaktif di Partai NasDem yang diketahui mendukung Jokowi dan KH Ma'ruf Amin.

"Saya tidak bertanya, tetapi beliau kan sudah lama tidak aktif ya," kata dia.

Lebih lanjut, saat ini masing masing mitra koalisi Gerindra yakni PKS, PAN dan Demokrat tengah mematangkan nama-nama untuk masuk dalam tim pemenangan. "Seluruh tim sedang dalam finalisasi lah. Kan para Sekjen rutin bertemu," tandasnya.

Rapat di kediaman Prabowo juga dihadiri Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra Hashim Djojohadikusumo, Rachmawati Soekarnoputri, Djoko Santoso dan Anggota Dewan Pembina Partai Gerindra Fuad Bawazier.

Kemudian ada Sekjen Gerindra Ahmad Muzani, Wakil Ketua Umum Gerindra Sugiono, Fadli Zon, dan Sufmi Dasco Ahmad.
Baca Selengkapnya »

Ma'ruf Amin: Pelukan Jokowi-Prabowo menginspirasi ke bawah

Ma'ruf Amin: Pelukan Jokowi-Prabowo menginspirasi ke bawah
Ma'ruf Amin. ©2018 Lintastoday
Bakal calon wakil Presiden Ma'ruf Amin sangat mengapresiasi momen berpelukan Joko Widodo (Jokowi) dengan Prabowo Subianto. Momen itu terjadi saat selebrasi kemenangan atlet pencak silat Hanifan Yudani Kusumah.

"Bagus sekali itu sebagai pemimpin yang akan tanding itu, pelukan," kata Ma'ruf Amin di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat, Kamis (30/8).

Ma'ruf Amin yang dilakukan Jokowi-Prabowo akan memberikan dampak positif terhadap warga negara. Hal itu memberikan contoh bahwa berbeda bukan berarti tidak dapat bersatu.

"Itu memberikan inspirasi ke bawah, walaupun beda pilihan. Kedamaian," jelas Ma'ruf.

Seperti diketahui, final pencak silat Asian Games 2018 yang berlangsung di Padepokan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta, jadi momentum berkumpulnya sejumlah tokoh politik yang selama ini dikenal berseberangan.

Selain Prabowo Subianto yang notabene adalah Ketua Umum PB IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia), hadir pula Ketua Umum PDIP Megawati Sukarnoputri yang didampingi putrinya, Puan Maharani dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto. Nama lain yang hadir adalah Wapres Jusuf Kalla. Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu duduk diapit Prabowo dan Megawati di kursi VVIP arena pertandingan.

Puncaknya, Presiden Jokowi pun ikut hadir di pertandingan tersebut. Datang Rabu sekitar pukul 16.30 WIB, Jokowi langsung disambut Prabowo untuk kemudian duduk bersebelahan bersama tamu VVIP lainnya.

Momen haru terjadi saat pesilat putra Hanifan Yudani Kusumah. Usai selebrasi dengan mengelilingi lapangan, Hanifan Yudani naik ke panggung VVIP menemui Prabowo dan Jokowi. Dia kemudian memeluk Prabowo dan Jokowi. Hanifan Yudani lantas merangkul keduanya hingga mereka bertiga berpelukan.
Jokowi pun memposting peristiwa bersejarah ini di akun media sosialnya. Dikutip dari Facebooknya, @Jokowi, mantan Gubernur DKI Jakarta itu memberi ucapan selamat kepada Hanifan Yudani yang telah menyabet emas cabor silat Asian Games.

Jokowi juga menceritakan momen menarik kala berpelukan dengan Hanifan Yudani dan Prabowo.

"Kami bertiga -- Hanifan, saya dan Pak Prabowo -- pun berpelukan dalam selubung merah putih," ujarnya.
Baca Selengkapnya »

Jaksa tangkap buron korupsi pengadaan lahan gardu PLN

Jaksa tangkap buron korupsi pengadaan lahan gardu PLN
Syamsir pelaku korupsi lahan gardu. ©2018 Lintastoday
Seorang lagi buronan ditangkap tim intelijen kejaksaan di Sumut. Kali ini mereka meringkus Syamsir (62), terpidana korupsi pembebasan lahan pembangunan gardu induk PLN di Galang, Deli Serdang.

"Yang bersangkutan ditangkap tim intelijen Kejari Deli Serdang di-back up intelijen Kejati Sumut di rumahnya di Desa Sialang, Galang, pada Kamis (30/8) sekitar pukul 12.40 Wib," kata Sumanggar Siagian, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Sumut, Jumat (31/8).

Syamsir merupakan mantan Kepala Desa Petangguhan, Kecamatan Galang, Deli Serdang, Sumut. Dia dinyatakan terbukti secara secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dalam pembebasan lahan pembangunan proyek gardu induk PT. PLN (Persero) 275 KV di Desa Petangguhan, Kecamatan Galang.

Hukuman yang dijatuhkan kepada Syamsir sudah berkekuatan hukum tetap. Berdasarkan putusan Mahkamah Agung RI No: 113 K/Pid.Sus/2014 tanggal 27 Agustus 2014, dia dihukum 5 tahun penjara dan denda Rp 200 juta subsider 6 bulan kurungan. Dia juga diwajibkan membayar uang pengganti kerugian negara Rp 15 juta.

Namun setelah dipanggil untuk dieksekusi, Syamsir mangkir. Dia dimasukkan dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Tim intelijen Kejari Deli Serdang kemudian melakukan operasi penangkapan.

"Pelaksanaan operasi intelijen pengamanan DPO berjalan dengan aman dan sangat kooperatif, tanpa perlawanan apa pun. Selanjutnya yang bersangkutan dibawa dan dieksekusi langsung ke Lapas Lubuk Pakam untuk menjalankan putusan Mahkamah Agung," tutup Sumanggar
Baca Selengkapnya »

Cerita warga puluhan tahun hidup dalam gelap di tengah megahnya Kabupaten KarawangCerita warga puluhan tahun hidup dalam gelap di tengah megahnya Kabupaten Karawang

Cerita warga puluhan tahun hidup dalam gelap di tengah megahnya Kabupaten KarawangCerita warga puluhan tahun hidup dalam gelap di tengah megahnya Kabupaten Karawang
Desa belum dapat aliran listrik di Karawang. ©2018 Lintastoday
Di tengah modernisasi pembangunan Kabupaten Karawang, ternyata masih ada perkampungan yang tak bisa menikmati fasilitas penerangan. Salah satunya wilayah Kecamatan Teluk Jambe Timur.

Dua desa di sana terpaksa menjalani kehidupan di tengah kegelapan. Mereka masih menggunakan alat penerangan berupa lampu tempel.

Marni (53), warga Kampung Sarijaya, Desa Puseur Jaya, Kecamatan Teluk Jambe Timur menceritakan, sejak tinggal di daerah itu belum pernah merasakan aliran listrik yang menerangi rumah mereka. Marni sudah tinggal di desa itu sejak usia 8 tahun. Bayangkan saja puluhan tahun dia hidup gelap gulita.

"Dari dulu memang begini, tidak ada listrik di sini mah. Dari saya masih kecil usia 8 tahun sampai sekarang punya cucu," keluh Marni, Jumat (31/8).

Bila malam tiba, daerahnya gelap gulita. Bagi yang memiliki keuangan dan tingkat ekonomi lebih, biasanya menggunakan mesin diesel dengan bahan bakar solar.

"Yang tidak punya uang seperti kita mah ya lampu tempel saja," tutur Marni.

Tidak jauh berbeda dengan di perkampungan Marni, Kampung Kalihurip Pajaten, Desa Sirnabaya, Kecamatan Telukjambe Timur, juga mengalami kondisi serupa.

Masuran, kepala desa setempat tak menampik kondisi itu. Menurutnya, sudah puluhan tahun masyarakat di sana tak pernah tersentuh aliran listrik dari PLN.

"Di desa ini ada 128 kepala keluarga. Selama ini kami seluruh warga sudah berpuluh tahun tidak pernah mendapatkan lampu penerangan listrik, sehingga pada malam hari daerah kami gelap gulita. Kalau pun ada mau pasang lampu penerangan listrik harus menyediakan biaya pasang sekitar 3,8 jutaan," jelas Masuran.

Masuran miris dengan kondisi daerahnya. Sebab di balik kemegahan Karawang yang dikenal sebagai Kota Industri dan penopang Ibu Kota justru ada kisah memilukan dialami warganya.

"Sudah puluhan tahun tidak ada penerangan listrik PLN,warga terpaksa pakai penerangan seadanya," katanya.

Saat dikonfirmasi, Wakil Bupati Karawang, Ahmad Zamaksary, hanya meminta warga bersabar. Sebab mekanisme dan aturan harus terlebih dahulu dilaksanakan.

"Kondisinya sangat memprihatinkan warga kampung, selama puluhan tahun belum mendapatkan penerangan listrik PLN," kata Ahmad Zamaksary.

Zamaksary juga sempat menemui warga yang daerahnya belum mendapat listrik.

Pihak Pemerintah Daerah Karawang telah berkoordinasi dengan PLN agar melakukan survey. Selanjutnya pihak PLN dan Perhutani bersama warga akan dibuatkan pernyataan bersama dan Perhutani juga sudah sepakat akan memberikan lahan milik negara.

"Benar pak, seluruh warga sudah sepakat bahwa kebun ataupun lahan maupun tanaman yang akan ditebang bila menghalangi tongga listrik yang akan dipasang. Bahkan seluruh warga akan bergotong royong akan swadaya pemasangan jaringan baru," katanya.

Dia menjanjikan warga segera mendapatkan aliran listrik tahun ini. "Sabar, yang pastinya dalam tahun ini 2018, akan dialiri lampu penerangan. Tapi kita kan tunggu proses kerjasama semua pihak," ucapnya.
Baca Selengkapnya »

Tak terbukti, Bawaslu hentikan kasus dugaan mahar politik Sandiaga

Tak terbukti, Bawaslu hentikan kasus dugaan mahar politik Sandiaga
Bawaslu. ©2012 Lintastoday
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu RI) memutuskan tidak menindaklanjuti laporan dugaan mahar politik Rp 1 triliun dari bakal cawapres Sandiaga Uno ke PAN dan PKS. Dalam putusannya, Bawaslu menyatakan dugaan tersebut tidak dapat dibuktikan secara hukum.

"Bahwa terhadap pokok laporan nomor 01/LP/PP/RI/00.00/VIII/2018 yang menyatakan diduga telah terjadi pemberian imbalan berupa uang oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS pada proses pencalonan Presiden dan Wakil Presiden tidak dapat dibuktikan secara hukum," ujar Ketua Bawaslu Abhan dalam keterangan resminya, Jumat (31/8).

Bawaslu juga memutuskan bahwa tidak ada dugaan pelanggaran Pemilu dalam kasus tersebut. Keputusan ini diambil Bawaslu setelah memeriksa pelapor dan saksi.

"Setelah melakukan pemeriksaan kepada Pelapor dan dua Saksi Bawaslu melakukan kajian terhadap laporan yang disampaikan oleh Saudara Frits Bramy Daniel dengan kesimpulan berikut," jelas Abhan.

Sebelumnya, Federasi Indonesia Bersatu melaporkan bakal cawapres Sandiaga Uno ke Bawaslu. Mereka melaporkan Sandiaga terkait cuitan Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief soal tudingan pemberian mahar Rp 500 miliar ke PKS dan PAN.

Andi Arief menulis sejumlah kritikan keras terhadap Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subianto di akun Twitter-nya. Dalam cuitannya tersebut, dia menyebut sejumlah partai politik, termasuk PKS.
Baca Selengkapnya »

Soekarwo dan Sutiaji raih penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2018

Soekarwo dan Sutiaji raih penghargaan Kepala Daerah Inovatif 2018
Soekarwo dan Sutiaji. ©2018 Lintastoday
Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Wali Kota Malang (Plt) Sutiaji meraih penghargaan Kepala Daerah Inovatif (KDI) 2018. Penghargaan disampaikan Dirjen Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Soni Soemarsono, dalam proses malam penganugerahan di Pantai Losari Makassar, Kamis (30/8) malam.

"Penghargaan ini terwujud karena partisipasi masyarakat dan dukungan semua elemen yang ada di kota Malang," kata Sutiaji dalam rilis yang diterima Jumat (31/8).

Hasil penjurian menempatkan 4 Gubernur, 12 Walikota dan 19 Bupati sebagai Kepala Daerah kategori inovatif. Di Jawa Timur, KDI diberikan kepada Gubernur Soekarwo dan Walikota Malang (Plt) Sutiaji.

Kata Sutiaji, Kota Malang berkomitmen mewujudkan kualitas layanan yang baik dan terukur. Lebih penting lagi, menguatkan kondusifitas daerah, seiring menggerakkan simpul-simpul ekonomi kreatif menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya saing serta potensi investasi.

Pola mendengar dan menyapa secara langsung menjadi kekuatan bagi Walikota Malang terpilih masa bhakti 2018-2023 dalam meningkatkan kualitas pelayanan pada masyarakat.

Dirjen Otda, Soni Soemarsono menegaskan bahwa kepala daerah mendapat perlindungan hukum dalam menjalankan program inovatif. Karena itu, kepada Kepala Daerah harus juga berani dalam berinovasi.

"Perlu saya nyatakan, karena bertindak inovatif itu kadang dilakukan dengan pemikiran serta tindakan yang tidak biasa dan di luar rutinitas. Faktanya banyak yang nggak berani bergerak karena khawatir serta takut dikriminalisasi," ujar Soni Soemarsono.

Ditegaskan, kegagalan sebuah proyek inovasi bukan sebuah kerugian bagi negara. Karenanya Pemerintah telah mengeluarkan PP 38/2017, yang memberikan perlindungan kepada kepala daerah untuk berinovasi.

"Jadi rekan-rekan Kepala Daerah jangan gamang, bekerja tidak biasa akan mendorong akselarasi kemajuan," imbuhnya.

Penghargaan Kepala Daerah Inovatif digagas dan diselenggarakan sejak 2014. Diharapkan menjadi agenda tahunan, agar muncul secara masive gerakan inovatif dari daerah-daerah.
Baca Selengkapnya »

Bertentangan dengan ideologi, penghuni ponpes di NTB tolak pemilu

Bertentangan dengan ideologi, penghuni ponpes di NTB tolak pemilu
Ilustrasi Pilkada. ©2015 Lintastoday
Ratusan penghuni salah satu pondok pesantren (Ponpes) di Desa Pungkak, Kecamatan Unteriwis, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat menolak ikut dalam Pemilu 2019. Ketua KPU Kabupaten Sumbawa Syukri Rahmat menjelaskan Ponpes Imam Syafi'i yang memiliki santri lebih dari 100 orang tidak mau menggunakan hak pilihnya.

"Sebenarnya, bukan kali ini saja. Pada Pilkada NTB 2018 juga mereka tidak gunakan hak pilihnya. Bahkan, bisa kami katakan, sudah 10 tahun persoalan ini terjadi," katanya seperti dilansir dari Antara, Jumat (31/8).

Dia mengatakan, KPU sudah berusaha semaksimal mungkin melakukan pendekatan bersama jajaran, bahkan melibatkan aparat kepolisian, bertemu ustaz yang ada di ponpes tersebut. Malah, ustaz tersebut menyampaikan alasan kaitan dengan ideologi karena tidak direkomendasikan Islam berpolitik.

"Katanya anti terhadap Pemilu. Padahal, komunikasi kami dengan ustaz sangat baik. Bahkan, saya ini juga bagian ormas di Sumbawa, bahkan teman-teman polisi, TNI malah BIN sudah paham akan semua itu," jelasnya.

Syukri menjelaskan, jumlah pemilih yang masuk DPT di Kabupaten Sumbawa sebanyak 326.182 pemilih. Tetapi, dari jumlah itu ada yang tidak mau menggunakan hak pilih lantaran kuat ideologinya.

Sementara itu, Ketua KPU NTB Lalu Aksar Ansori menegaskan, pihaknya sudah berusaha memfasilitasi supaya terdaftar dalam DPT. Lantas ketika tidak mau menggunakan hak pilih, kembali lagi terhadap bersangkutan.

Aksar memaparkan ada beberapa titik terkait adanya masyarakat enggan gunakan hak pilih seperti di Penatoi, Kota Bima, kemudian salah Pondok Pesantren (Ponpes) di Sumbawa dan di Kecamatan O'o Kabupaten Dompu juga enggan unggul menggunakan hak pilihnya.

"Ini selalu jadi isu bahwa ada kelompok masyarakat tidak ingin gunakan hak pilih karena paham berbeda dengan masyarakat umum lainnya," ujarnya.

Dirinya meminta kepada semua pihak, untuk bersama-sama memberikan layanan dan solusi, di masyarakat tempat yang sering menjadi isu tidak mau menggunakan hak pilihnya. Pada satu sisi, Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) NTB M Khuwailid menegaskan, pada prinsipnya KPU harus mendata masyarakat yang sudah memenuhi syarat mendapatkan hak pilih.

Soal adanya ponpes, juga ratusan masyarakat tidak mau menggunaan hak pilih, merupakan tugas KPU untuk meyakinkan kelompok-kelompok tersebut supaya menggunakan hak pilihnya. "Selain tugas KPU, juga tugas bersama. Namun, KPU punya tugas utama dalam meyakinkan mereka, sehingga mau menggunakan hak pilihnya," tutupnya.
Baca Selengkapnya »

4 Hal mengejutkan terjadi di Asian Games 2018

4 Hal mengejutkan terjadi di Asian Games 2018
Asian Games 2018. ©2018 Lintastoday
Pagelaran Asian Games 2018 tak lama lagi akan berakhir. Di detik-detik terakhir ini para atlet masih terus berjuang untuk mengumpulkan medali demi mengharumkan nama bangsa.

Di sisi lain, banyak hal-hal mengejutkan terjadi di Asian Games 2018. Tentu ini membuat bangga dan bahagia masyarakat Indonesia. Berikut hal-hal mengejutkan tersebut.

1. Pertemuan Jokowi dan Prabowo
Venue Pencak Silat Asian Games di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) menjadi saksi sejarah. Gegap gempita suporter Indonesia menyaksikan pemandangan yang langka terjadi. Presiden Joko Widodo dan Prabowo Subianto, sama-sama memeluk atlet pencak silat Indonesia Hanifan Yudani Kusumah. Momentum itu terjadi setelah Yudani memastikan meraih emas di cabang olah raga pencak silat untuk kategori Single Men Class 55kg-60kg .

Setelah ditetapkan sebagai pemenang dalam pertandingan melawan atlet Vietnam, Yudani berlari dengan mengibarkan bendera merah putih. Dia meluapkan kegembiraan dan rasa haru serta kebanggaan. Setelah berlari, Yudani naik ke kursi VVIP.

Tiba-tiba, Yudani memeluk Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto. Pelukan ketiganya diselimuti bendera merah putih yang dibawa Yudani. Ekspresi Jokowi dan Prabowo menyiratkan keduanya tak menyangka bakal mendapat pelukan hangat dari Yudani. Seisi venus pencak silat mendadak heboh. Apalagi Presiden Jokowi dan Prabowo Subianto bakal bertarung dalam Pemilihan Presiden 2019 mendatang.

2. Target raih emas terlampaui
Hingga saat ini, Indonesia masih berada di posisi keempat perolehan medali emas terbanyak pada Asian Games 2018. Indonesia sudah mengumpulkan puluhan medali emas dari berbagai cabang olahraga.

Perolehan emas ini telah melampaui target. Sebab Indonesia menargetkan hanya memboyong 16 medali emas dari pesta olahraga terbesar se Asia tersebut. "Menurut saya target 16 emas yang sudah kita tentukan ini insya Allah terlampaui. Optimis!" kata Jokowi usai membesuk Presiden ketiga RI Bachruddin Jusuf Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Senin (27/8).

3. Raihan emas terbanyak sepanjang Asian Games
Indonesia patut berbangga dengan atlet-atlet yang dimiliki pada Asian Games 2018. Atas prestasi mereka, Indonesia mendapatkan puluhan medali emas. Sepanjang sejarah Asian Games baru pertama kalinya Indonesia memboyong puluhan medali emas.

Misalnya saja pada Asian Games 2006 di Doha, Indonesia hanya mengantongi dua medali emas dari cabor bulu tangkis dan boling. Kemudian pada 2010 di Guangzhou empat medali emas dari perahu naga tiga dan bulu tangkis satu. Sedangkan pada Asian Games 2014 di Incheon meraih empat dari cabor atletik, bulu tangkis dan wushu.

4. Pencak Silat paling banyak boyong emas
Pencak Silat Indonesia menjadi cabang olahraga (cabor) peraih terbanyak medali emas pada Asian Games 2018. Indonesia meraih 14 emas dari cabor ini dan hanya gagal dua di dua nomor yang dipertandingkan.

Perolehan sementara Indonesia mengantongi 30 emas, 22 perak dan 37 perunggu pada Asian Games ini. Dengan perolehan tersebut posisi Indonesia berada di urutan ke empat setelah China, Jepang dan Korea.
Baca Selengkapnya »

Relawan Team Alpha target Jokowi-Ma'ruf menang 75 persen di Bali, NTB & NTT

Relawan Team Alpha target Jokowi-Ma'ruf menang 75 persen di Bali, NTB & NTT
Team Alpha Target. ©2018 Lintastoday
Ratusan relawan meluncurkan sekaligus mendeklarasikan Team Alpha Zona 5 untuk mendukung pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019 mendatang. Acara itu digelar di Hotel Harris Sunset Road, Kuta, Badung, Bali, Kamis (30/8).

Putu Parwata selaku Ketua team Alpha Zona 5 yang meliputi Bali, NTB dan NTT, menjelaskan bahwa dengan terbentuknya tim tersebut tentu target awal adalah untuk memenangkan Jokowi-Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019.

"Tim nasional Alpha sudah membentuk relawan yang unsurnya adalah anggota dan pimpinan DPRD Kabupaten di seluruh Indonesia, dan dari 416 (Kabupaten) itu salah satunya adalah kami, di Bali, NTT, NTB di zona lima," ucap Putu Parwata, yang juga Ketua DPRD Kabupaten, Badung, Bali.

Menurut Parwata, dengan adanya tim pemenangan Jokowi-Ma'ruf Amin, yang tergabung dalam 6 koalisi Partai sangatlah optimis untuk memenangkan Pilpres di 2019 mendatang.

"Kami di di DPRD Kabupaten serta pimpinan dan anggotanya juga membentuk tim yang sangat spesifik untuk memenangkan Jokowi ini. Jadi kami ini akan langsung masuk kepada titik grassroots dan menangkan Jokowi-Ma'ruf Amin di 2019 ini tugas kami di zona 5. Target minimal 75 persen di 3 provinsi yaitu Bali, NTT dan NTB," tutup Parwata.
Baca Selengkapnya »

Pemkot Solo luncurkan layanan mobil derek gratis

Pemkot Solo luncurkan layanan mobil derek gratis
Pemkot Solo luncurkan layanan mobil derek gratis. ©2018 Lintastoday
Pemerintah Kota (Pemkot) Solo meluncurkan fasilitas mobil derek gratis bagi masyarakat yang membutuhkan. Mobil derek gratis mulai dioperasikan mulai Rabu (29/8) kemarin, setelah diujicobakan selama sebulan.

Kepala Seksi Penataan Pengendalian dan Operasional, Dinas Perhubungan Kota Solo, Agus Purnomo mengatakan meskipun sempat mendapatkan protes dari sejumlah pengusaha derek, layanan tersebut tetap dipatenkan. Apalagi layanan tersebut juga dimaksudkan untuk penegakan aturan perparkiran.

Menurut Agus, armada untuk layanan derek gratis bernama Larisa tersebut sebenarnya telah siap sejak pertengahan 2017 lalu. Namun lantaran perlu ada modifikasi untuk memaksimalkan pelayanan, baru bisa digunakan awal tahun 2018. Itupun hanya untuk penindakan pelanggaran parkir di kota bengawan.

"Layanan ini kita berikan 24 jam non stop dan bisa melayani bantuan derek untuk seluruh wilayah kota Solo. Untuk luar kota tidak kami layani," ujar Agus, Kamis (30/8).

Agus menjelaskan, untuk luar kota memang tidak dilayani, dengan alasan untuk memberikan kesempatan bagi pengusaha derek swasta. Untuk masyarakat yang akan menggunakan jasa layanan ini, masyarakat bisa menghubungi call center di nomor 08221000059.

"Tim kami akan menindaklanjuti, pemohon tinggal menandatangani nota kesepakatan, khususnya perihal kerusakan tidak ditanggung penyedia layanan derek," jelas Agus.

Lebih lanjut Agus menerangkan, dalam masa percobaan selama sebulan, tercatat ada 9 permintaan layanan derek di dalam kota Solo. 5 permintaan dengan alasan mogok, 3 kecelakaan dan 1 untuk pengiriman kendaraan.

Jika disaat bersamaan ada permintaan yang masuk, pelayanan akan diberikan berdasarkan tingkat kebutuhan dan kegawatdaruratan permohonan layanan tersebut.

"Semua akan dilayani dengan baik dengan catatan beban derek tidak lebih dari 10 ton," katanya.

Agus berharap, 1 armada derek yang dimiliki Dishub tersebut mampu mengakomodir kebutuhan masyarakat. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, tahun 2019 pihaknya akan mendatangkan sebuah mobil derek lainnya dengan kapasitas beban yang lebih tinggi.

"Harapannya setiap kecamatan memiliki satu mobil derek yang dioperasikan, agar pelayanan di masyarakat makin merata dan bisa dirasakan banyak orang," tutupnya.
Baca Selengkapnya »

Tersangka kasus Karhutla di Kalbar bertambah lagi jadi 36 orang

Tersangka kasus Karhutla di Kalbar bertambah lagi jadi 36 orang
Ilustrasi Kebakaran Hutan. ©2015 Lintastoday
Kepolisian di Kalimantan Barat, hari ini kembali menetapkan 1 tersangka kebakaran hutan dan lahan sejumlah daerah di Kalbar. Dengan begitu, jumlah tersangka menjadi 36 orang dari sebelumnya 35 orang.

Penegakan hukum terus dilakukan kepolisian dengan menjerat sanksi pidana bagi para terduga pembakar hutan dan lahan. Tujuannya, untuk membuat jera para pelaku.

Sampai dengan hari ini, tercatat ada 26 laporan polisi, dengan 36 tersangka yang terdiri dari 30 laki-laki, dan 6 perempuan. Enam belas di antaranya ditahan.

"Dua meninggal dunia di lokasi kejadian yang terpapar asap dan api. Sedangkan 18 orang lainnya, tidak ditahan," kata Kapolda Kalimantan Barat Irjen Didi Haryono, dalam keterangan tertulis, Kamis (30/8).

Informasi itu, diutarakan Didi, saat menerima asistensi Kalemdikpol Polri Komjen Unggung Cahyono, di aula Tribrata Mapolda Kalbar, pagi tadi.

Didi menerangkan, sejak Februari 2018 lalu, hingga memasuki medio Juni-Juli setiap tahunnya memang memasuki musim kemarau. Polri dan TNI di Kalbar menurut dia, telah melakukan ragam himbauan, sosialisasi dalam upaya penanggulangan Karhutla.

"Sampai yang terakhir kita bersama keroyokan melakukan pemadaman titik-titik api," ujar Didi.

Dalam kesempatan itu, Unggung menerangkan, agar lebih memberdayakan Polsek, dengan mengedepankan bahwa keberadaan Bhabinkamtibmas di desa-desa, untuk mengoptimalkan 4 pilar mengelola Kamtibmas. Di Kalbar, menurut Unggung, sudah berjalan baik dalam hal penanggulangan Karhutla.

"Mereka (Bhabinkamtibmas) berada di tengah masyarakat, yang melaksanakan kegiatan operasional kepolisian," ujar Unggung.
Baca Selengkapnya »