Ini alasan Jokowi tata ulang aturan sekolah lima sehari pekan

Tuesday, 20 June 2017

Ini alasan Jokowi tata ulang aturan sekolah lima sehari pekan
Jokowi pantau pembagian sembako di Penjaringan. ©2017 Lintastoday
Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengungkap alasan Presiden Joko Widodo menata ulang Peraturan Menteri (Permen) Nomor 23 Tahun 2017 yang mengatur tentang ketentuan sekolah lima sehari pekan. Padahal, kebijakan tersebut sudah disetujui Presiden dalam rapat terbatas.

"Sebenarnya gagasan atau ide ini secara prinsip sudah dilaporkan dalam ratas oleh bapak Mendikbud (Muhadjir Effendy). Ketika Permen (Peraturan Menteri) ini keluar kemudian menimbulkan berbagai pro dan kontra, ternyata (juga) banyak daerah yang belum siap terhadap hal tersebut," katanya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (20/6).

"Kemudian presiden secara langsung kepada Mendikbud untuk mengevaluasi hal tersebut. Karena ini mempunyai pengaruh cakupan yang sangat luas terhadap seluruh anak didik kita, itu nantinya diatur dalam peraturan yang lebih kuat," sambung Pramono.

Mantan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan ini menerangkan, kebijakan sekolah lima hari sepekan sudah disampaikan Mendikbud Muhadjir Effendy pada 3 Februari 2017 lalu di Kantor Presiden, Jakarta.

Usulan itu ditindaklanjuti dengan risalah rapat terbatas tentang tindaklanjut program nation branding yang diitandatangani oleh Sekretaris Kabinet Pramono Anung pada 21 Februari 2017.

Risalah itu berbunyi, Presiden menyetujui usulan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terkait upaya menyinkronkan libur sekolah dengan libur pegawai. Sehingga hari Sabtu dan Minggu dapat digunakan sebagai waktu berlibur masyarakat untuk menikmati kekayaan budaya dan alam Indonesia. Oleh karena itu, hal tersebut agar ditindaklanjuti.

"Jadi itulah yang kami jelaskan dan untuk langkah-langkah selanjutnya diminta untuk lebih pendalaman, pematangan, agar betul-betul gagasan ini kalau memang diterapkan tidak lagi menimbulkan pro dan kontra. Supaya bisa diterima seluruh elemen masyarakat," jelas Pramono.
Baca Selengkapnya »

Perdebatan pemerintah Belanda di balik munculnya politik etis

Sunday, 3 July 2016

Perdebatan pemerintah Belanda di balik munculnya politik etis
Agresi Militer Belanda II. ©istimewa
Sudah bukan cerita baru bahwa Belanda selalu memperlakukan pihak pribumi dengan kejam di jaman penjajahan. Berbagai kebijakan yang mereka buat pada awalnya memang seperti sama-sama menguntungkan, tapi pada akhirnya itu hanya merugikan pihak Indonesia. Salah satu kebijakan itu adalah politik etis. Kebijakan tentang pembuatan Politik Etis ini terjadi ketika masa pemerintahan Ratu Wilhelmina. Kebijakan ini ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat. Lalu, apa sebab terbentuknya kebijakan Politik Etis ini? Yuk kita simak bersama.

Kebijakan ekonomi yang sebelumnya digunakan oleh Belanda mendapat kritikan dari para ahli politik dan intelektual di Hinda Belanda saat itu, yaitu C.Th. Van Deventer yang dikatakan dalam tulisannya yang berjudul 'Een Eereschlud' yang berarti hutang kehormatan, yang ada di majalah De Gids di tahun 1899. Dalam tulisannya itu, Van Deventer mengatakan kalau pemerintah Belanda sudah mengeksploitasi wilayah jajahan hanya untuk membangun negeri mereka dan memperoleh keuntungan yang besar. Kritikan itu akhirnya mendapat perhatian dari berbagai golongan, beberapa kelompok yang setuju dengan pendapat Van Deventer mengungkapkan bahwa sebuah kewajiban moral bagi pihak Belanda pada akhirnya untuk memberikan balas budi kepada Indonesia.

Keuntungan yang didapat dari hasil ekploitasi di tanah Hindia harus dikembalikan. Untuk itu, diperlukan sebuah perbaikan kesejahteraan penduduk melalui berbagai bidang kehidupan, pendidikan, dan besarnya partisipasi masyarakat dalam mengurus pemerintahan. Kritik-kritik itu mendapat perhatian serius dari pemerintah Belanda hingga akhirnya terciptalah yang namanya politik etis ini.

Salah satu contoh pelaksanaan politik etis ini adalah ketika Belanda membangun sebuah sekolah bagi putra Indonesia untuk melanjutkan pembelajaran. Namun, saat itu belum ada jaminan bahwa Belanda yang nggak akan memberikan sesuatu secara cuma-cuma tanpa keuntungan buatnya.
Baca Selengkapnya »

Keserakahan, awal mula sejarah munculnya politik etis

Keserakahan, awal mula sejarah munculnya politik etis
Ilustrasi penjajahan Belanda. rioardi.files.wordpress.com
Kerja rodi adalah salah satu kebijakan yang dibuat oleh Belanda saat masih menduduki Indonesia. Selain kerja rodi, ternyata masih ada lagi kebijakan yang dilakukan oleh Belanda loh. Salah satu contoh dari kebijakan itu adalah politik etis. Pada saat itu, muncul kebijakan yang menuntut bahwa Belanda harus bisa menaklukkan semua wilayah Indonesia.

Kebijakan itu diikuti dengan penyerangan dan usaha penaklukan wilayah-wilayah yang belum dikuasai. Belanda juga beranggapan kalau perlu, mereka bisa mendekati wilayah itu dengan pendekatan militer. Daerah-daerah kolonial yang masih terpisah juga akan disatukan dalam penerapan adminstrasi yang baru yang dipusatkan di Batavia. Penyatuan wilayah kolonial ini disebut Pax Neerlandica.

Selain itu, pemerintah kolonial juga masih berusaha melakukan perjanjian-perjanjian. Setelah itu, sistem administrasi tradisional yang sudah dilakukan oleh Belanda diubah menjadi sistem administrasi modern. Sistem administrasi modern ini adalah sebuah sistem yang bermaksud bahawa pemerintahan akan mengambil alih sistem pemimpin pribumi ke sistem birokrasi kolonial. Kebijakan ini digunakan untuk mengambil posisi penting dari pemimpin daerah ke pihak Belanda. Sistem itu berakhir dengan memisahkan pemimpin asli Indonesia dari akar hubungan yang sudah ada dengan rakyatnya. Mereka akan dijadikan pegawai yang bekerja dalam birokrasi kolonial milik Belanda.

Di sisi lain, pemerintah kolonial akan menggunakan kebijakan ekonomi yang berdasar pada sistem kapitalisme Barat melalui usaha komersil, sistem moneter dan komoditas barang. Sistem itu juga didukung dengan adanya kebijakan pajak tanah, sistem perkebunan, perbankan, industri, perdagangan, dan juga pelayaran. Efek yang muncul dari penerapan sistem itu kehidupan rakyat Indonesia mengalami penurunan kesejahteraan. Inilah awal mula munculnya ide untuk menciptakan sebuah kebijakan yang dinamakan politik etis.
Baca Selengkapnya »

Inilah kisah akhir Si Singamangaraja XII dalam Perang Batak

Inilah kisah akhir Si Singamangaraja XII dalam Perang Batak
Ilustrasi pedang. ©2014 Lintastoday
Pernahkah kamu mendengar tentang nama Raja Si Singamangaraja? Beliau adalah tokoh yang penting dalam Perang Batak. Setelah mengalami serangan oleh Belanda di wilayah sekitar, Si Singamangaraja XII dan sisa pasukannya melanjutkan perlawanan menuju Huta Puong. Pada bulan Juli tahun 1889, Si Singamangaraja XII kembali melakukan serangan untuk melawan perluasan yang dilakukan Belanda. Di Huta Puong ini pasukan Si Singamangaraja XII bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama. Namun di tanggal 4 September 1899, Huta Puong berhasil direbut oleh Belanda.

Setelah jatuhnya Huta Puong, Si Singamangaraja XII membuat pertahanan di wilayah Pakpak dan Dairi. Pasukan Belanda yang dipimpin oleh van Daden melakukan gerakan sapu bersih pada titik pertahanan dari Aceh sampai tanah Gayo, termasuk yang ada di tanah Batak. Pada tahun 1907, pasukan Belanda yang dipimpin oleh Hans Christoffel fokus untuk melakukan penangkapan terhadap Si Singamangaraja XII. Si Singamangaraja XII akhirnya berhasil dikepung di sekitar wilayah segitiga Barus Sidikalang dan Singkel.

Dalam pengepungan ini, Belanda menangkap Boru Sagala, istri Si Singamangaraja XII dan dua anaknya. Meskipun demikian, Si Singamangaraja XII tetap bertahan dan nggak menyerah. Akhirnya, tanggal 17 Juni 1907, pasukan Belanda diarahkan untuk menangkap Si Singamangaraja XII di pos pertahanannya di Aik Sibulbulon di daerah Dairi.

Dalam keadaan yang sangat kritis itu, Si Singamangaraja XII dengan putera-puteranya tetap bertahan dan melakukan perlawanan sekuat tenaga. Namun, dalam pertempuran itu Si Singamangaraja XII berhasil tertembak begitu juga dengan kedua putranya yang ikut berjuang melawan Belanda. Dengan itu, bisa dikatakan bahwa Perang Batak ini sudah berakhir. Namun, gugurnya para pahlawan nggak membuat para rakyat menyerah.
Baca Selengkapnya »

Inilah macam-macam jenis keadilan menurut para ahli

Inilah macam-macam jenis keadilan menurut para ahli
Ilustrasi hukum. ©2013 Lintastoday/Shutterstock/corgarashu
Pernahkah kamu mendengar tentang keadilan? Istilah keadilan ini berasal dari kata dasar adil yang berarti seimbang atau nggak berat sebelah. Berkaitan dengan istilah keadilan, ada lima jenis keadilan yang dikatakan oleh Aristoteles yaitu:
  1. Keadilan komutatif, yaitu perlakuan kepada seseorang tanpa melihat jasa-jasa yang sudah dilakukan. Misalnya, seseorang yang menerima sanksi tanpa peduli status dan jasanya.
  2. Keadilan distributif, yaitu perlakuan kepada seseorang sesuai dengan jasa-jasa yang sudah dilakukan. Misalnya, seorang pekerja yang dibayar sesuai dengan pekerjaan yang sudah dilakukan.
  3. Keadilan kodrat alam, yaitu perlakuan kepada seseorang yang sesuai dengan hukum alam. Misalnya saja seseorang yang berlaku baik akan menerima perlakuan yang baik juga.
  4. Keadilan konvensional, yaitu keadilan yang ditetapkan lewat sebuah kekuasaan khusus. Misalnya warga negara yang harus mematuhi aturan.
  5. Keadilan perbaikan, yaitu keadilan yang dilakukan kepada orang yang mencemarkan nama baik orang lain. Misalnya artis yang melakukan konferensi pers untuk meminta maaf.

Teori keadilan yang dikatakan oleh Aristoteles itu mendapat dukungan dari Prof. Dr. Notoganoro, S.H. Notoganoro menambahkan satu arti keadilan lagi, yaitu keadilan legalitas. Yang dimaksud dengan keadilan legalitas adalah keadilan sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku. Sedangkan menurut Plato, keadilan bisa dirumuskan menjadi dua, yaitu keadilan moral dan keadilan prosedural.

Keadilan moral adalah keadilan yang bisa memberi perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban, sedangkan keadilan prosedural adalah dengan melaksanakan perbuatan adil berdasarkan tata cara yang sudah ditetapkan. Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang aoa kata para ahli tentang arti keadilan. Kamu tentu sudah bisa mengerti kan, apa yang dimaksud dengan kata keadilan?
Baca Selengkapnya »

Ternyata inilah puncak kekecewaan rakyat Mataram di era VOC

Monday, 30 May 2016

Ternyata inilah puncak kekecewaan rakyat Mataram di era VOC
Ilustrasi VOC. ©mauritius.genosy.com
Pemerintahan VOC di Nusantara waktu itu memang sangat mengerikan. Mereka melakukan monopoli yang sangat menyengsarakan rakyat dan melakukan banyak tindakan kejam lainnya. Wajar saja jika terjadi banyak perlawanan ketika itu. Salah satu tokoh yang melakukan perlawanan dan pemberontakan saat itu adalah Raden Mas Said dan Pangeran Mangkubumi. Kedua orang ini menyatukan kekuatan dan berusaha untuk melawan tindakan sewenang-wenang VOC.

Untuk memperkuat persatuan ini, Pangeran Mangkubumi menikahkan putrinya degan Raden Mas Said. Demi keefektifannya, Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said membagi daerah perlawanan. Raden Mas Said melawan di bagian timur Surakarta, terus ke selatan sampai ke Madiun, Ponorogo dengan Sukowati sampai pusatnya. Sedangkan Pangeran Mangkubumi akan menyerang daerah barat Surakarta terus ke Hutan Beringin dan Desa Pacetokan. Menurut sumber sejarah, Pangeran Mangkubumi membawa 13.000 prajurit termasuk 2.500 prajurit kavaleri.

Di tahun 1749, terdengar sebuah kabar tentang sakitnya Pakubuwana II. Dalam keadaannya ini, Pakubuwana terpaksa harus menandatangani sebuah perjanjian dengan VOC. Saat itu, VOC mengirim Gubernur Baron van Hohendorff sebagai wakil untuk menandatangani perjanjiannya. Isi perjanjian itu sangat merugikan pihak Kerajaan Mataram. Gimana enggak, mereka memaksa Pakubuwana II menandatangani sebuah perjanjian yang berisi bahwa seluruh wilayah Kerajaan Mataram pada VOC. Parah kan? Tentu saja banyak kekecewaan yang diterima oleh rakyat. Terlebih lagi Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said. Mereka menjadi semakin menggebu untuk melawan gerakan jahat VOC.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang sejarah pahit yang dulu dialami oleh Kerajaan Mataram, Pangeran Mangkubumi dan Raden Mas Said. Tentunya bab ini sangat penting untuk bisa kamu pelajari.
Baca Selengkapnya »

Peroksisom dan Mikrofilamen, dua organel penting dalam sebuah sel

Peroksisom dan Mikrofilamen, dua organel penting dalam sebuah sel
ilustrasi tanaman. www.flickriver.com
Pernahkah kamu mendengar tentang peroksisom dan mikrofilamen? Bagi kamu yang belum pernah mendengarnya, kedua organel ini ada di dalam organel sel yang menjadi salah satu isi sel. Setiap makhluk hidup pasti punya sel dalam jaringan tubuhnya, termasuk di tumbuhan. Nah, seperti yang sudah kita sebut tadi, sekarang kita bakal bahas tentang peroksisom dan mikrofilamen.

Pertama, peroksisom. Peroksisom ini besarnya hampir sama besar sama lisosom atau sekitar 0,3 sampai 15 um. Peroksisom ini juga dibatasi sama yang namanya membran tunggal. Organel sel yang satu ini berasal dari retikulum endoplasma atau RE. Sebagai sebuah isi sel, Peroksisom ini memiliki banyak jenis enzim dan yang paling terkenal dari peroksisom ini adalah katalase. Enzim katalase itu berfungsi untuk mengkatalis perubahan hidrogen peroksida atau H2O2. Fungsi utama peroksisom ini adalah merubah lemak menjadi karbohidrat. Kalau di sel hewan, peroksisom ini ada di sekitar sel hati dan ginjal.

Kedua adalah mikrofilamen. Mikrofilamen adalah sebuah serat tipis yang panjang. Mikrofilamen ini berdiameter sekitar 5 sampai 6 nm. Mikrofilamen ini terdiri dari protein yang disebut aktin. Fungsi mikrofilamen adalah bergerak di aliran sitoplasma. Kalau ada banyak mikrofilamen yang membentuk jaringan dalam sel, kedua sel anak akan membelah.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang peroksisom dan mikrofilamen. Kedua organel yang ada di dalam sebuah sel ini penting untuk bisa kamu ketahui lebih lanjut. Kamu bisa mendapatkan banyak manfaat kalau mau mempelajari bab ini secara lebih lanjut. Tertarik untuk bisa mempelajari bab ini secara lebih detail kan? Jadi, jangan biarkan hal buruk mempengaruhimu, segera baca bab ini secara seksama.
Baca Selengkapnya »

Inilah ciri-ciri kelompok kepentingan dalam politik

Inilah ciri-ciri kelompok kepentingan dalam politik
Aksi sosialisi peduli pemilu. ©2014 Lintastoday
Sebagai seorang warga negara, kita tentunya harus melakukan partisipasi politik. Partisipasi politik harus dilakukan oleh semua warga negara agar bisa menjadikan negara ini menjadi lebih baik lagi.

Partisipasi politik ini bisa diwujudkan melalui banyak hal, misalnya saja melalui media massa, partai politik dan kelompok kepentingan. Kelompok kepentingan adalah sebuah kelompok yang punya kesamaan sifat, sikap, kepercayaan dan tujuan, dan anggotanya sepakat untuk bisa bersatu untuk melindungi dan memperjuangkan kepentingan kelompok tersebut.

Sebagai sebuah sarana penyaluran partisipasi politik, tentunya kelompok kepentingan ini punya beberapa ciri-ciri tertentu. Berikut ini adalah beberapa ciri-ciri dari kelompok kepentingan:
  1. Perkumpulan dari orang-orang yang terorganisasi dengan satu nama atau beberapa nama dengan kepentingan tertentu yang bisa diperjuangkan.
  2. Adanya kepentingan yang sama untuk menyatukan orang-orang untuk bisa bergabung dan membentuk sebuah organisasi dengan nama tertentu.
  3. Setiap kegiatan kelompok kepentingan selalu berkaitan dengan isu yang beredar di publik yang ditujukan untuk mempengaruhi kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.
  4. Setiap kegiatan menggunakan nama masyarakat tertentu sesuai dengan fungsinya sebagai artikulator kepentingan di dalam masyarakat.
  5. Kegiatannya nggak ditujukan buat mendapatkan jabatan publik, tapi lebih mengutamakan partisipasi politik.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang ciri-ciri dari kepentingan politik. Hal ini penting untuk bisa kamu pelajari karena berkaitan langsung dengan kehidupan berpolitik negara kita. Partisipasi politik ini bisa dilakukan dengan banyak hal, nggak harus jadi pejabat pemerintah dulu. Cukup dengan melakukan tugas dengan baik seperti memilih ketika ada pemilu dan yang lainnya. Tertarik untuk bisa mempelajari bab ini secara lebih lanjut dan lebih detail kan? Jadi, sekarang segera baca materinya.
Baca Selengkapnya »

Sun Life berikan 500.000 Dolar Kanada beasiswa pascasarjana

Friday, 27 May 2016

Sun Life berikan 500.000 Dolar Kanada beasiswa pascasarjana
Ilustrasi belajar di kelas. ©Shutterstock.com/michaeljung
Sun Life Financial Indonesia mendonasikan sebanyak 500.000 Dolar Kanada untuk beasiswa pelajar pascasarjana Indonesia. Beasiswa ini diperuntukan bagi pelajar yang berminat mengembangkan bidang ilmu Aktuaria Internasional.

Presiden Sun Life Financial Asia, Kevin Strain, mengatakan Indonesia merupakan pasar utama Sun Life di Asia. "Kami gembira dapat bermitra dengan Pemerintah Kanada dan University of Waterloo dalam mengembangkan sumber daya manusia di bidang aktuaria dan risiko. Kegiatan ini akan membantu memperkuat industri asuransi di Indonesia dalam jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (27/5).

Proyek ini, lanjutnya, diharapkan dapat mendukung lingkungan regulasi dan penyebaran pertumbuhan ekonomi di Indonesia, termasuk mengurangi risiko keuangan. Proyek ini juga akan meningkatkan kesetaraan gender dalam seluruh jangkauan dan upaya-upaya rekrutmen.

Sun life melakukan perjanjian dengan The University of Waterloo untuk bermitra dalam mengembangkan program ilmu aktuaria ini. Tujuannya ialah membentuk Indonesia sebagai pusat keunggulan aktuaria di wilayah Asia Tenggara dengan melibatkan lembaga pendidikan, pemerintah, dan industri.

"Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan keahlian para aktuaris kedua belah pihak untuk dapat memenuhi kebutuhan yang mendesak akan tenaga aktuaria yang terakreditasi di Indonesia," tuturnya.

Sebagai informasi, beasiswa pascasarjana ini akan ditujukan untuk ilmu aktuaria dan proyek pengembangan manajemen risiko di Indonesia yang dikenal sebagai READI (Risk Management, Economic Sustainability, and Actuarial Science Development di Indonesia / Manajemen Risiko, Ekonomi yang Berkelanjutan, dan Pengembangan Ilmu Aktuaria di Indonesia) yang saat ini sedang dilaksanakan oleh University of Waterloo dengan pemerintah Kanada serta mitra lainnya.
Baca Selengkapnya »

Kisah awal pemberontakan terhadap VOC di Riau

Saturday, 21 May 2016

Kisah awal pemberontakan terhadap VOC di Riau
Pedang ©2014 Lintastoday/TopTenz
Riau adalah salah satu provinsi yang memiliki banyak kekayaan alam di Indonesia. Bahkan, sewaktu masa penjajahan VOC, Riau menjadi salah satu daerah yang diperebutkan. Nah, lalu bagaimana kisahnya? Sekarang kita akan membahas tentang latar belakang terjadinya pemberontakan dari rakyat kepada VOC di masa itu. Check it out!

VOC terkenal dengan monopoli perdagangannya. Ketika itu, monopoli perdagangan terus dipaksa dilakukan di berbagai daerah di Nusantara. Selain menguasai Malaka, VOC mulai menginginkan daerah Kepulauan Riau. Tipe politik pecah belah dan adu domba VOC membuatnya bisa menanamkan pemikiran monopoli perdagangan. Kerajaan-kerajaan kecil seperti Kerajaan Siak, Indragiri, Rokan, dan Kampar semakin terdesak dengan tindakan sewenang-wenang yang dilakukan oleh VOC. Disebabkan oleh hal itu, beberapa kerajaaan mulai melakukan perlawanan. Salah satu contoh perlawanan yang pernah terjadi di Riau adalah perlawanan yang dilakukan oleh Kerajaan Siak Sri Indrapura.

Raja Siak saat itu, yaitu Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah memimpin rakyatnya untuk melakukan perlawanan kepada VOC. Setelah berhasil mengambil kekuasaan Johor, ia membuat benteng pertahanan yang terletak di Pulau Bintan. Di bawah pimpinan Raja Lela Muda, pasukan Indrapura mulai menyerang Malaka. Dalam setiap pertempuran yang dilakukannya, Raja Lela Muda selalu membawa puteranya yang bernama Raja Indra Pahlawan. Hal itu menyebabkan Raja Indra Pahlawan sudah ahli dalam berperang.

Nah, salah satu contoh tadi menunjukkan bahwa rakyat Riau tidak mau untuk tunduk kepada perintah VOC. Sekarang kamu sudah tahu tentang bagaimana kondisi daerah Riau di masa itu. Hal ini penting untuk kamu pelajari karena bisa meningkatkan semangat nasionalisme. Tertarik untuk bisa mempelajarinya lebih lanjut kan? Jadi, selamat belajar teman.
Baca Selengkapnya »

Inilah awal mula perjanjian Bongaya Gowa

Inilah awal mula perjanjian Bongaya Gowa
Ilustrasi VOC ©mauritius.genosy.com
Kerajaan Gowa adalah salah satu kerajaan yang cukup besar di masa penyebaran agama Islam. Sultan Hassanuddin juga pernah menjadi salah satu sultan di kerajaan tersebut. Ketika masa pemerintahan Sultan Hassanuddin, terjadi sebuah perang yaitu perang Gowa. Perang ini terjadi karena rakyat Gowa tidak terima terhadap perlakuan VOC yang sewenang-wenang kepada mereka. Mereka melakukan monopoli perdagangan dengan tujuan untuk bisa menguasai seluruh daerah di daerah Somba Opu. Lalu bagaimana kisahnya?

Kekuatan VOC yang sangat besar menyerang pasukan dari Kerajaan Gowa dari berbagai penjuru. Beberapa serangan VOC bisa dikuasai oleh pasukan Sultan Hasanuddin. Namun, setelah itu datang pasukan gabungan yang dilengkapi dengan peralatan dan senjata yang lebih lengkap. VOC akhirnya berhasil untuk mendesak pasukan Sultan Hasanuddin. Benteng pertahanan tentara Kerajaan Gowa di Barombang bisa dikuasai oleh pasukan Aru Palaka sebagai pasukan pendukung VOC. Hal ini menandai kemenangan VOC atas kerajaan Gowa. Sebagai hukumannya, Sultan Hasanuddin dipaksa untuk menandatangani sebuah perjanjian yang bernama Perjanjian Bongaya. Perjanjian ini ditandatangani di tanggal 18 November 1667. Isi dari perjanjian tersebut adalah:
  1. Kerajaan Gowa harus mengakui hak monopoli VOC.
  2. Semua orang Barat, kecuali Belanda harus meninggalkan wilayah Gowa.
  3. Kerajaan Gowa harus membayar biaya perang.
Sultan Hasanuddin tidak ingin melaksanakan isi perjanjian itu, karena isinya bertentangan dengan hati nurani dan semboyan masyarakat Gowa atau Makassar. Akhirnya, di tahun 1668, Sultan Hasanuddin mencoba mengerahkan lagi kekuatan rakyat untuk melawan kesewenang-wenangan VOC. Namun perlawanan ini bisa segera diredakan oleh VOC. Dengan sangat terpaksa, Sultan Hasanuddin melaksanakan isi Perjanjian Bongaya.
Baca Selengkapnya »

Seribu jurnalis Indonesia dapat beasiswa bahasa asing

Seribu jurnalis Indonesia dapat beasiswa bahasa asing
Ilustrasi beasiswa. bp2munnes.com
Euro Management mengeluarkan seribu beasiswa untuk para jurnalis di Indonesia. Beasiswa bahasa asing lima negara dunia tersebut merupakan kerja sama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Yayasan Pendidikan Eropa Indonesia (YPEI).

"Wartawan Indonesia harus unggul canggih dan bisa berinteraksi dengan sumber asing, makanya kita buat kursus bahasa gratis untuk seluruh wartawan di jabodetabek selama 2 semester gratis," ujar Presiden Direktur Euro Management Indonesia Bimo Sasongko, di kantornya, Jumat (20/5).

"14 tahun lagi Indonesia dapat durian runtuh bonus demografi , dengan 70% usia produktif," sambung dia.

Menurut perwakilan PWI Margiono, mengatakan sangat mendukung dan mengharapkan program ini bisa terus berlanjut tidak sebatas dua semester. Selain itu dia juga berharap beasiswa ini bisa meluas, tidak hanya untuk Jabodetabek.

"Kita setuju konsep latar belakang visi ke depan mengapa Euro Management melakukan ini, kami sebagai PWI pusat mendukung," terangnya.

"Kami para wartawan menyambut antusias, musti didukung dan penyatuan komitmen," tandasnya.

Program beasiswa bahasa asing ini nantinya akan dilaksanakan selama dua semester. Lima bahasa asing yang akan dipelajari adalah Jerman, Belanda, Inggris, Prancis dan Jepang.
Baca Selengkapnya »

Kisah Sultan Hassanuddin yang pantang menyerah di Perang Gowa

Kisah Sultan Hassanuddin yang pantang menyerah di Perang Gowa
Pedang ©2014 Lintastoday/TopTenz
Sultan Hassanuddin adalah salah satu sultan yang pernah menjabat di Kerajaan Gowa. Pada masa pemerintahannya, terjadi sebuah masalah yang terjadi antara Kerajaan Gowa dan VOC. Kerajaan Gowa yang nggak bisa menerima tindakan sewenang-wenang VOC, mulai memberontak. Banyak persiapan yang harus dilakukan oleh Kerajaan Gowa untuk bisa mengalahkan tentara-tentara VOC. Lalu, bagaimana persiapan penyerangan diantara dua kubu ini?

Setelah melakukan beberapa hal, Kerajaan Gowa mulai menghubungi beberapa sekutunya. Di sisi lain, VOC juga mempersiapkan diri untuk bisa menghadapi serangan dari Kerajaan Gowa. Taktik devide et impera atau siasat adu domba mulai dilakukan. Misalnya ketika VOC menjalin hubungan dengan seorang Pangeran Bugis dari Bone yang bernama Aru Palaka. Karena keinginan VOC yang begitu besar untuk bisa menguasai daerah Gowa, pimpinan VOC, Gubernur Jenderal Maetsuyker memutuskan untuk melakukan serangan kepada Kerajaan Gowa. Dikirimlah sebuah pasukan yang terdiri dari 21 kapal yang mengangkut 600 orang tentara.

600 orang tentara itu terdiri dari tentara VOC, orang-orang Ambon dan orang-orang Bugis di bawah pimpinan Aru Palaka. Di tanggal 7 Juli 1667, terjadilah Perang Gowa. Tentara VOC yang dipimpin oleh Cornelis Janszoon Spelman, diperkuat dengan kehadiran pengikut Aru Palaka dan ditambah orang-orang Ambon di bawah pimpinan Jonker van Manipa. Meskipun pihak Gowa sudah tahu akhirnya, mereka tetap tidak menyerah. Tindakan Sultan Hassanuddin ini tentunya bisa kita tiru karena tetap berpikir positif dalam situasi apapun. Hal ini penting karena berhubungan langsung dengan pelajaran sejarah Indonesia dan bisa meningkatkan nasionalisme kita.
Baca Selengkapnya »

Inilah pendapat para ahli tentang arti perjanjian Internasional

Inilah pendapat para ahli tentang arti perjanjian Internasional
Iran dan Argentina sepakat menjalin kerjasama menyelidiki ledakan di sentra Yahudi di Ibu Kota Bueno. Alarabiya.net/eng
Mungkin saja kamu pernah mendengar mendengar tentang hubungan Internasional. Hubungan Internasional adalah interaksi, kontak, dan komunikasi diantara bangsa-bangsa yang bertujuan untuk melakukan politik luar negerinya. Ada beberapa sarana yang bisa digunakan dalam melakukan hubungan internasional, salah satunya adalah perjanjian internasional. Nah, tentang detail dari perjanjian internasional akan kita bahas sekarang. Check this out!

Perjanjian internasional adalah sumber hukum primer dari hukum internasional. Sesuai dengan fungsinya sebagai sumber hukum utama, perjanjian internasional bisa memberi jaminan hukum bagi pelaku-pelaku hukum internasional. Tentang pengertian dari perjanjian internasional itu sendiri, ada beberapa pendapat dari beberapa sumber, diantaranya:

1. Mochtar Kusumaatmadja
Ahli hukum internasional yang satu ini mengatakan bahwa arti sebenarnya dari perjanjian internasional adalah perjanjian yang dilakukan diantara anggota masyarakat bangsa-bangsa dan bertujuan untuk mengakibatkan hukum tertentu.

2. Oppenheim dan H. Lauterpach
Ahli kenegaraan dari Amerika ini memberi pengertian bahwa perjanjian internasional adalah kontrak yang dilakukan antara dua negara atau lebih tentang beberapa jenis keperluan.

3. Konvensi Wina tahun 1986
Konvensi Wina Tahun 1986 di dalam pasal 2 ayat 1A menyatakan bahwa perjanjian internasional berarti sebuah persetujuan internasional yang diatur dengan hukum internasional dan ditandatangani dalam bentuk tertulis, baik satu negara atau lebih ataupun antarorganisasi bertingkat internasional.

4. Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2000, menjelaskan bahwa perjanjian internasional adalah perjanjian yang berbentuk dan diatur dalam hukum internasional yang dibuat secara tertulis dan menimbulkan hak dan kewajiban di bidang hukum publik.

Nah, sekarang kamu sudah tahu tentang pengertian perjanjian internasional tersebut. Tentunya bab ini penting untuk dipelajari karena berhubungan langsung dengan sistem politik Indonesia.
Baca Selengkapnya »

Beda orang, beda arti sukses - bagaimana meraihnya?

Sunday, 15 May 2016

Beda orang, beda arti sukses - bagaimana meraihnya?
Pebisnis sukses. ©istimewa
Selama ini mungkin kamu sudah sering atau setidaknya sekali dua kali datang ke seminar atau mendapatkan motivasi tentang kesuksesan. Kesuksesan memang bukan sesuatu yang mudah untuk dijelaskan. Arti sukses bagi setiap orang tentu berbeda. Ada yang bilang sukses artinya memiliki banyak kekayaan dan barang-barang mewah, tapi ada juga yang bilang bahwa sukses adalah tentang mendapatkan pendidikan setinggi-tingginya. Kamu tentu juga punya arti sendiri dalam hal kesuksesan.

Nah, karena artinya berbeda-beda, wajar banget kalau setiap orang jadi punya tips meraih kesuksesan yang beda juga. Apalagi biasanya tiap orang punya kondisi latar belakang yang beda, misalnya:
  1. Nilai-nilai yang ditanamkan oleh keluarga
  2. Tingkat pendidikan
  3. Pengalaman sekolah dan kuliah
  4. Teman dan lingkungan, daan sebagainya.

Jadi kalau kamu datang ke seminar atau workshop tentang kesuksesan, kamu nggak bisa langsung menerapkan semua tips dari kisah sukses orang lain ke dalam kehidupanmu. Kalau kamu datang ke seminar-seminar seperti itu, lebih baik kamu pikirkan, apa inti dari cerita sukses yang diberikan? Kalau sudah ketemu intinya, baru bisa kamu coba terapkan kehidupanmu. Kalau ternyata nggak sesuai sama kamu, nggak perlu dipaksakan juga.

Meskipun demikian, ada sih beberapa tips yang selalu berlaku untuk semua kesuksesan orang, di antaranya:
  1. Jangan mudah menyerah.
  2. Cobalah untuk selalu berpikiran terbuka.
  3. Selalu lakukan dan berikan yang terbaik.
  4. Jangan sombong dan menganggap diri lebih tinggi dari orang lain.


Well, itulah beberapa tips yang bisa kamu praktekkan agar bisa mencapai kesuksesan. Belajar dari orang lain memang nggak pernah salah, tapi yang penting jangan langsung menelan semua yang disampaikan secara mentah-mentah. Semoga sukses!
Baca Selengkapnya »